Ketua Komunitas Dai Daiah Indonesia, Ustadz Mahfud Said mengatakan, bahawasannya prisip cinta adalah rahmat dari Allah. Seperti dalam surat Arrum ayat 21 yang berbunyi:
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian semua istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikannya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”
Ayat di atas menjelaskan, masih kata Ustadz Mahfud said, bahwa tujuan awal saling mengenal lebih dekat adalah pernikahan. Dan juga tidak disertai dengan hal-hal yang dapat mengakibatkan zina.

"Dalam keyakinan saya dari ayat di atas adalah tujuan awalnya adalah perkawinan. Jadi cinta yang ada untuk pernikahan. Tidak di dahului hal-hal yang mendekati zina," ujarnya saat dihubungi Okezone, Selasa (3/9/2019).
Cinta memang anugerah yang diberikan Allah. Begitu pun manusia, diciptakan berpasang-pasangan antara laki-laki dan perempuan. Kemudian dipersatukan dengan ikatan pernikahan dan melahirkan sebuah keturunan.
"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak," (Al Imran 14).
"Jadi urutannya mengenal, menikah, menyalurkan syahwat dan selanjutnya cinta. Artinya mencintai sebelum nikah berisiko tinggi. Maka mencintai sebelum nikah harus diwaspadai, tidak layak sebagai Muslim Muslimah sampai pacaran yang lama, penuh risiko," Ustadz Mahfud said.