Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hikmah Kecelakaan Mobil di Nganjuk, Perkataan Sebagian dari Doa

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Selasa, 10 September 2019 |19:19 WIB
Hikmah Kecelakaan Mobil di Nganjuk, Perkataan Sebagian dari Doa
Ilustrasi. Foto: CBC
A
A
A

Rasulullah bersabda:

فليقل خيرا او ليصمت

Artinya, "Berkatalah yang baik-baik atau pilih diam."

Adab dalam Perjalanan 

Selain mengetahui bagaimana omongan adalah doa, dari kasus kecelakaan mobil di Nganjuk itu kita bisa belajar bahwa adab dalam perjalanan itu memang penting dan sebisa mungkin dijaga. Sebab, bagaimana pun perjalanan jika diridoi Allah SWT maka akan lebih lancar dan diberkahi. 

Ustadz Fauzan menjelaskan tujuh adab dalam perjalanan yang bisa diterapkan umat Islam agar perjalanan selalu dilindungi Allah SWT. Adab tersebut yakni:

1. Niat 

Jika perjalanan baik seperti jihad, silaturahim, belajar, dan semacamnya, maka di sunahkan berdoa. Walau pun perjalanan mubah seperti nonton bola, rekreasi, bacalah doa agar tetap dapat berkah.

2. Berdoa Sebelum Naik Kendaraan 

Rasulullah SAW mengajarkan untuk berdoa sebelum menggendarai sesuatu. Begini doanya;

(سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَـهُ مُقْرِنِيْنَ. وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ) اَلْحَمْدُ لِله اَلْحَمْدُ لِلََّهِ اَلْحَمْدُ لِله ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ ، سُبْحَانَكَ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْلِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Artinya, “Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah, Maha Suci Allah yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami (pada hari kiamat). Segala puji bagi Allah (3x), Allah Maha Besar (3x), Maha Suci Engkau, ya Allah! Sesungguhnya aku menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

3. Berdoalah Jika Kendaraan Bermasalah

Jika kendaraan Anda menemukan kendala, maka bacalah doa. Rasulullah melarang kita mengumpat 'setan' ketika tergelincir. Rasulullah mengajarkan kita untuk mengucapkan, “Bismillah”.

Usamah bin Umair menceritakan, “Aku pernah dibonceng Nabi SAW, lantas tunggangannya tergelincir, maka aku berkata, ‘tergelincirlah setan.’ Maka Nabi berkata; Janganlah kamu katakan tergelincirlah setan. Jika kamu berkata demikian, dia (setan) akan membesar hingga sebesar rumah, dan berkata ‘Dengan kekuatanku.’ Akan tetapi katakanlah, ‘bismillah’. Jika kamu berkata demikian, dia akan mengecil hingga sekecil lalat.’” (HR. Abu Dawud)

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement