Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hikmah Kecelakaan Mobil di Nganjuk, Perkataan Sebagian dari Doa

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Selasa, 10 September 2019 |19:19 WIB
Hikmah Kecelakaan Mobil di Nganjuk, Perkataan Sebagian dari Doa
Ilustrasi. Foto: CBC
A
A
A

4. Memilih Kendaraan yang Baik Serta Merawatnya 

Ini berlaku pada semua jenis kendaraan. Dulu Nabi memastikan kondisi unta yang dinaiki harus cukup sehat dan kuat. Maka dalam konteks hari ini, mobil atau motor harus fit dan cukup bensin sebelum dikendarai.

Allah SWT berfirman,

وَتَحْمِلُ أَثْقَالَكُمْ إِلَى بَلَدٍ لَمْ تَكُونُوا بَالِغِيهِ إِلا بِشِقِّ الأنْفُسِ إِنَّ رَبَّكُمْ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ (٧)وَالْخَيْلَ وَالْبِغَالَ وَالْحَمِيرَ لِتَرْكَبُوهَا وَزِينَةً وَيَخْلُقُ مَا لا تَعْلَمُونَ 

Artinya, “Dan ia (hewan ternak) mengangkut beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup mencapainya, kecuali dengan susah payah. Sungguh, Rabbmu Maha Pengasih, Maha Penyayang. Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai untuk kamu tunggangi dan (menjadi) perhiasan. Allah menciptakan apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. An-Nahl: 7-8)

5. Berdzikir Safar 

Isilah perjalanan atau safar Anda dengan memperbanyak dzikir. Jabir RA berkata, "Kami bertakbir ketika melewati jalan yang naik, dan bertasbih ketika melewati jalan yang turun.” (HR. Al-Bukhari)

Maksudnya adalah ketika menaiki tempat-tempat yang tinggi mengucapkan: “Allahu Akbar”, dan ketika menuruni tempat-tempat yang lebih rendah mengucapkan: “Subhanallah”.

Bertakbir manakala menaiki tempat yang tinggi akan membuat kita merasakan kebesaran Allah Ta’ala serta keagungan-Nya. Sedangkan bertasbih ketika menuruni tempat yang rendah akan membuat kita merasakan kesucian Allah Ta’ala.

6. Mohon Keselamatan Perjalanan 

Allah berfirman,

وَإِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فِي الْبَحْرِ ضَلَّ مَنْ تَدْعُونَ إِلا إِيَّاهُ فَلَمَّا نَجَّاكُمْ إِلَى الْبَرِّ أَعْرَضْتُمْ وَكَانَ الإنْسَانُ كَفُورًا

Artinya, “Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilang semua yang (biasa) kamu seru, kecuali Dia. Tetapi ketika Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling (dari-Nya).” (QS. Al-Isra: 67)

7. Jangan Bebani Kendaraan Melebihi Kapasitas

Rasulullah SAW pernah memboncengkan sebagian sahabatnya seperti Mu’adz, Usamah, Al-Fudhail, begitu juga memboncengkan ‘Abdullah bin Ja’far dan Hasan atau Husain bersama-sama, semoga Allah Ta’ala meridhai mereka semua. Membebani kendaraan melebihi daya angkut yang telah ditetapkan merupakan suatu bentuk kedzaliman dan perbuatan berlebihan dan tidak proporsional.

(Abu Sahma Pane)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement