nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

18 Tahun Tragedi 11 September, Muslim Masih Alami Rasisme

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 12 September 2019 19:42 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 12 614 2104129 18-tahun-tragedi-11-september-muslim-masih-alami-rasisme-7G3yMSrd22.jpg Muslim AS berjuang agar tak kena rasisme (Foto: The Conversation)

SEJATINYA tragedi 11 September sudah berlalu 18 tahun lalu. Peristiwa itu terjadi pada 11 September 2001, kala teroris sengaja menabrakkan dua pesawat ke Menara Kembar World Trade Center (WTC) di Kota New York, Amerika Serikat.

 Muslim di AS

Amerika Serikat menuding Al Qaeda sebagai dalang tragedi 11 September. Rakyat Amerika kala itu sangat marah sebab hampir 3.000 orang menjadi korban tewas. Mereka menyalahkan muslim karena para pelaku berafiliasi dengan Al Qaeda dan kebanyakan berasal dari Arab Saudi.

Meski tragedi mengerikan yang membuat banyak muslim dibenci di Amerika dan negara barat lainnya kala itu, faktanya hingga saat ini masih banyak muslim di AS kadang jadi sasaran rasisme.

"Sejauh ini, kami telah melaporkan lebih dari 500 insiden anti-muslim. Namun ini laporan yang sangat dini. Saya yakin masih ada kejadian yang belum dilaporkan," ujar Direktur Riset Nasional dan Advokasi di Council on American-Islamic Relations Amerika-Islam (CAIR), Abbas Barzegar.

Seperti dilansir Oped News, menurut Survei Pews umat Islam menghadapi lebih banyak diskriminasi daripada kelompok lain di masyarakat.

Sedangkan menurut jajak pendapat tahunan Institute Social Policy and Understanding (ISPU) yang berpusat di Washington juga menemukan, umat Islam tetap merupakan kelompok yang paling banyak mengalami diskriminasi agama.

Komunitas muslim tetap menjadi korban rasisme, contohnya, pada Februari 2019, seorang pria meludahi wanita yang mengenakan hijab di Long Island City.

Kemudian, seorang wanita yang memakai hijab, disemprot wajahnya dengan bubuk lada pada 4 Juli 2019 di Kandiyohi County, Minnesota. Seorang perempuan muslim juga pernah ditarik hijabnya dan disuruh pulang kembali ke negaranya.

Sebuah papan yang berisi iklan pameran seni Islam di Philbrook Museum of Art di Tulsa (Oklahoma) dirusak. Papan ini menampilkan gambar dan teks yang bertuliskan, '1.200 Tahun Seni Islam.' Kemudian, seseorang menuliskan, 'RUMAH BAGI PERTUMBUHAN TEROR!' menggunakan cat semprot hitam di papan reklame dan yang di bawahnya.

Pada bulan Mei 2019, terdapat serangan pembakaran di Masjid Turki yang terletak di kota New Haven, Connecticut. Salah satu pejabat Turki mengatakan, kebakaran berawal dari pintu masuk masjid dan mencapai lantai tiga melalui sisi luar bangunan.

"Tidak ada korban jiwa atau cedera dalam kebakaran itu, tetapi dipastikan bahwa masjid tersebut telah mengalami kerusakan skala besar," katanya.

Rupanya kisah ini menjelaskan, walaupun tragedi 11 September telah lama berlalu, muslim di AS masih jadi sasaran rasisme.

1
3

Berita Terkait

Serba-serbi Muslim

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini