Indahnya Persahabatan Beda Agama, BJ Habibie Siapkan Hercules untuk Jenazah Romo

Dewi Kania, Jurnalis · Sabtu 14 September 2019 14:44 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 14 614 2104827 indahnya-persahabatan-beda-agama-bj-habibie-siapkan-hercules-untuk-jenazah-romo-Vc16Y9H3Kc.jpg BJ Habibie semasa hidup (Foto: Dok Kemenristekdikti)

KEPERGIAN BJ Habibie ke pangkuan Sang Ilahi meninggalkan banyak kenangan manis dari para sahabatnya. Seperti kisah yang ditulis oleh Wiyono, saksi hidup sang mendiang, saat bersahabat dengan teman yang berbeda agama.

Tahu kabar BJ Habibie meninggal dunia, pria yang akrab disapa Mas Wiyono itu mengingat kembali kenangan bersama mendiang beberapa tahun berlalu. Wiyono bercerita Presiden RI ke-3 itu bersahabat dekat dengan Romo Mangunwijaya, meski berbeda keyakinan.

Romo Mangunwijaya rupanya sudah meninggal dunia lebih dulu dari BJ Habibie. Sebagai sahabat yang baik, BJ Habibie pun melayat ke rumah duka.

Wiyono pun menjadi saksi atas kebaikan BJ Habibie, yang ikut mengurusi pemakaman sang sahabat. Saat itu, mendiang Romo Mangunwijaya harus dimakamkan di kampung halaman, Yogyakarta. Wiyono pun mengingat kenangannya tersebut lewat cerita singkatnya berikut.

"Kami ikut mempersiapkan pemakaman Almarhum Romo Mangunwijaya di Rumah Duka Carolus. Sebelum dibawa ke Yogyakarta, jenazah kami semayamkan di Gereja Katedral. Saya selalu di dekat peti jenazah dan masih ingat ada pelayat antara lain Almarhum Gus Dur. Tiba-tiba ada banyak Pampampres dan datanglah BJ Habibie. Saya berdiri di sampingnya bersama Kardinal Darmaatmaja," ungkap Wiyono dikutip dari pesan berantai yang beredar.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

BJ Habibie saat itu melihat langsung jenazah sahabat terbaiknya. Kemudian BJ Habibie berdoa dengan khusyuk di sebelah peti mati. Tak lama kemudian, BJ Habibie pamit dan diantar ke gerbang Gereja Katedral. Bapak Teknologi itu menanyakan bagaimana cara mengantarkan jenazah Romo Mangunwijaya ke Yogyakarta.

"Sebelum masuk mobil, ajudannya mendekati saya. Kemudian bilang "Bapak bertanya jenazah akan dibawa ke Yogyakarta naik apa?" Saya jawab "Pesawat reguler pak"," sambung Wiyono.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan misa oleh Romo Mudjisutrisno. Silih berganti pelayat pun masih berdatangan di Gereja Katedral.

"Esok harinya ada misa requiem dan saya dicari Romo Padmo SJ. Saya diminta menghantar jenazah Romo Mangunwijaya naik Hercules ke Yogyakarta. Hah? Ternyata BJ Habibie mengirim pesawat hercules untuk sahabatnya. Luar biasa," ungkap Wiyono.

Setelah itu, Wiyono dan istri, serta dua sister dari Rumah Duka Carolus mengantarkan jenazah Romo Mangunwijaya dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta. Beberapa keluarga jenazah dan romo lainnya pun ikut bergabung ke dalam pesawat Hercules.

"Singkat cerita waktu mau landing di Yogyakarta, saya duduk bersama crew di kokpit. Terlihat di apron tampak ada penyambutan militer. Setelah mendarat, sebelum pintu belakang dibuka, kita rapat singkat. Romo Sumantoro yang menyerahkan. Romo Agus yang bawa map isi surat kematian. Istriku bawa foto jenazah dan Tony bawa bunga salib. Saya di belakang Romo Mantoro jadi "pembisik" beliau waktu menyerahkan jenazah. Kemudian jenazah disemayamkan di Gereja Kidul Loji," ucap Wiyono.

Mengingat kenangannya itu, Wiyono sangat bersyukur melihat sosok BJ Habibie. Terlebih dia mau bersahabat dan peduli dengan teman walau berbeda agama.

"Suatu kenangan penuh syukur bagaimana persahabatan tanpa memandang derajat, agama dan posisi telah ditunjukkan Almarhum BJ Habibie kepada sahabatnya, sesama mahasiswa di Jerman. Selamat jalan Bapak Habibie menuju keabadian, berjumpa dengan istri terkasih. Semoga arwahnya diterima di sisi-Nya," tutup Wiyono.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya