nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Amalan Sebelum Salat Istisqa untuk Minta Hujan

Selasa 17 September 2019 16:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 17 614 2105963 ini-amalan-sebelum-salat-istisqa-minta-hujan-FWhuZh5yV3.jpg Warga Istiqa minta hujan (Foto: Okezone)

Umat Islam ramai-ramai melakukan salat Istisqa minta hujan agar kekeringan dan kebakaran bisa berhenti di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Sebab banyak saudara kita sesama muslim di sana.

 Warga bersiap salat Istiqa

Lalu apa saja amalan yang harus dilakukan sebelum melaksanakan salat Istiqa untuk minta hujan?

Dikutip dari laman Pustaka Studi Sunni Salafiyah-KTB (PISS KTB), salat Istisqa hukumnya sunnah Muakkadah berdasarkan hadits nabi. Rasulullah SAW keluar meminta hujan, beliau memunggungi jamaah dan menghadap kiblat, mengubah posisi selendangnya, (HR. Muslim).

Namun, sebelum melaksanakan salat istisqa diharapkan semua jamaah memperbanyak istighfar atau bertaubat kepada Allah, memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala dosa yang telah dilakukannya.

Dosa-dosa ini menjauhkan kaum dari Rahmat-Nya (diajuhkan dari hujan, didatangkan keprihatianan, paceklik dan berbagai macam cobaan menakutkan lainnya). sebagaimana diterangkan dalam al-Isra' ayat 16:

“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya."

Oleh sebab itu sebaiknya jamaah memperbanyak amalan berupa amal saleh, sedekah, berdamai, saling memaafkan, juga puasa. Semua itu disunahkan agar dilakukan selama tiga hari berturut-turut menjelang salat Isitisqa dalam keadaan berpuasa.

Pada hari keempatnya di pagi hari ketika matahari telah terbit dilaksanakanlah salat Istisqa dan masih dalam keadaan berpuasa. Sebab doa dalam keadaan berpuasa memiliki nilai lebih.

Aisyah berkata: Rasulullah SAW melaksanakan salat Istisqa ketika sinar matahari telah terlihat.” (HR. Abu Daud dan Al Hakim menshahihkannya).

Seperti dilansir Inews, salat Isitisqa harus dilaksanakan dengan penuh khidmat, keprihatinan dalam keadaan memelas, dan merendahkan diri serendah rendahnya kepada Allah SWT.

Saat melakukan salat Istiqa para jamaah tak boleh banyak bicara baik ketika perjalanan, duduk maupun menunggu. Semua harus dilakukan dengan sangat khusyuk, khidmat, dan hening seperti yang dilakukan Rasulullah SAW.

Syekh Abdullah Bafadhal Al-Hadrami menjelaskan, salat Istisqa dilakukan dua rakaat, sama dengan dua rakaat salat Id. Namun tata cara salat keduanya agak berbeda sedikit dalam penempatan khutbah, pembacaan takbir dan arah kiblat pada khutbah kedua.

Seperti salat lainnya, sebelum salat Istiqa diawali dengan membaca niatnya:

Ushalli sunnatal istisqa’i rak‘ataini ma’muman lillahi ta‘ala.

Artinya, “Aku menyengaja salat sunah minta hujan dua rakaat sebagai makmum karena Allah SWT.”

Berikut tata cara salat Istiqa:

1. Salat dua rakaat.

2. Rakaat pertama takbir tujuh kali sebelum membaca surat Al- Fatihah.

3. Rakaat kedua takbir lima kali sebelum membaca surat Al-Fatihah.

4. Khotbah dua atau sekali sebelum (atau setelah) salat. Khotbah setelah salat lebih utama.

5. Sebelum masuk khotbah pertama khatib membaca istighfar sembilan kali.

6. Sebelum masuk khotbah kedua khatib membaca istighfar tujuh kali.

7. Perbanyak doa dalam khotbah kedua.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini