nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ingin Cium Hajar Aswad Tanpa Desak-desakan? Ini Momentumnya

Della Astrini, Jurnalis · Selasa 17 September 2019 16:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 17 616 2105953 ingin-cium-hajar-aswad-tanpa-desak-desakan-ini-momentumnya-b5I3o0dOYs.jpg Para Jamaah Antre Mencium Hajar Aswad (Foto: Kemenag)

MUSIM haji telah berakhir berganti dengan kedatangan jamaah umrah ke tanah suci. Meski jamaah umrah sudah mulai masuk, namun Masjidil Haram masih terlihat lenggang. Ini adalah saat yang tepat untuk dapat mencium hajar aswad tanpa perlu berdesak-desakan.

Saking longgarnya, sejak pagi hingga waku salat dzuhur pada Minggu, 15 September 2019 waktu setempat, petugas Masjidil Haram mengatur jamaah mengantre untuk mencium Hajar Aswad. Panjang antrean hingga 50 an meter dan semua berbaris tertib menunggu giliran. Padahal, biasanya saking banyaknya orang, jamaah saling berebut untuk dapat mencium hajar aswad.

Hajar Aswad di Kakbah

Dikutip dari website Kemenag, antrean dimulai pada pintu masuk Hijir Ismail, memanjang ke arah Rukun Yamani kemudian memutar ke sudut Hajar Aswad. Jamaah hanya diizinkan satu kali mencium Hajar Aswad. Untuk memastikan antrean tertib, para askar mengatur antrean.

Namun pada saat waktu salat dzuhur tiba, jamaah ditertibkan untuk membentuk shaf salat. Menunggu iqamah, para petugas membersihkan Hajar Aswad dan Rukun Yamani, lalu kembali melumurinya dengan minyak wangi. Usai salat dzuhur, kebijakan antrean tidak dilanjutkan, sehingga jamaah kembali berebutan mencium hajar aswad.

Meski berebutan, namun kondisinya berbeda saat musim haji, karena padatnya lautan manusia. Lantas kenapa semua ingin mencium hajar aswad?

Ustadz Abdurrahman Djaelani atau yang akrab dipanggil Ustadz Udjae mengatakan, hajar aswad berada di titik permulaan tawaf, yaitu terletak pada bagian sudut timur laut dari bangunan Kakbah.

“Semua orang tawaf selalu memulai tawafnya dari situ. Tidak hanya itu saja keutamaan mencium Hajar Aswad sebagaimana diriwayatkan Abu Ubaid, Baginda Rasulullah mengkiaskan Hajar Aswad sebagai ‘tangan Allah’ di bumi. Barangsiapa yang mengusap Hajar Aswad, seolah-olah sedang bersalaman dengan Allah subhânahu wa ta’âlâ. Selain itu, ia dianggap seperti sedang berbaiat kepada Allah dan Nabi Muhammad shallallahu ‘allaihi wa sallam."

Tak hanya itu saja, masih ada keutamaan lain dari mencium hajar aswad lainnya. Yaitu, pada hari kiamat, hajar aswad akan menjadi saksi bagi siapa saja yang pernah menyentuhnya dengan sungguh-sungguh sebagaimana hadits yang diriwayatkan dalam kitab as-Sunan karya at-Tirmidzi dan al-Ausath karya at-Thabrany.

“Sungguh, aku tahu kamu hanya batu. Tidak bisa memberi manfaat atau bahaya apa pun. Andai saja aku ini tak pernah sekalipun melihat Rasulullah shallahu alaihi wa sallam menciummu, aku pun enggan menciummu.” (HR Bukhari)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini