Share

Islamofobia, Penerbangan Dibatalkan Gara-Gara 2 Pria Muslim Ucapkan Salam

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 20 September 2019 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 20 614 2107246 islamofobia-penerbangan-dibatalkan-gara-gara-2-pria-muslim-ucapkan-salam-Oenwgoy31V.jpg Dua pria muslim diturunkan dari pesawat (Foto: Reuters)

Kasus islamofobia kembali terjadi. Dua pria muslim diminta keluar dari pesawat karena dianggap mengancam keamanan penerbangan. Peristiwa ini berawal ketika dua pria muslim itu saling sapa.

ย Pria muslim diturunkan dari pesawat

Akibat saling mengucapkan salam yang dilakukan dua pria muslim itu, kru pesawat merasa tak nyaman. Akhirnya penerbangan pun dibatalkan. Ini merupakan salah satu kasus islamofobia yang terjadi akhir-akhir ini.

Dua pria itu diketahui bernama Abderraoof Alkhawaldeh, seorang motivator dan Issam Abdallah, direktur yayasan nirlaba. Keduanya naik pesawat dari Birmingham, Alabama menuju Dallas-Fort Worth, Texas, pada 14 September.

Mereka berdua saling kenal dan sudah lama tak bertemu. Makanya secara spontan mereka mengucapkan salam satu sama lain. Rupanya tindakan itu dianggap mencurigakan. Setelah itu, maskapai membuat pengumuman bahwa pesawat tidak aman.

Lalu kedua pria itu diminta turun dari pesawat dan petugas penegak hukum telah menunggu mereka di luar pesawat. Mereka lantas diinterogasi secara singkat dan diizinkan untuk pergi, tetapi mereka mengatakan bahwa petugas polisi membuntuti mereka ketika mereka pergi ke kedai kopi.

Tidak hanya itu, dua pria muslim itu mengatakan, setelah beberapa menit, petugas lain mendekati mereka dan membawa mereka ke area interogasi pribadi. Mereka mengatakan, tas mereka digeledah lagi oleh petugas keamanan bandara (TSA) dan mereka masing-masing diberitahu bahwa penerbangan dibatalkan karena kru tidak merasa nyaman terbang bersama dua orang itu.

Abdallah mengatakan, dia diberitahu kru juga curiga karena dia menyiram toilet dua kali saat menggunakan toilet saat di pesawat.

Dalam keterangan resmi, Alkhawaldeh dan Abdallah akhirnya diberikan tiket penerbangan ulang di jadwal berikutnya sebagai tanda pertanggungjawaban maskapai.

Penerbangan yang menolak dua muslim ini ialah AA 5886 yang dioperasikan oleh Mesa Airlines. Maskapai regional ini mengoperasikan beberapa penerbangan untuk Amerika di bawah merek American Eagle.

Seperti dilansir Business Insider, Juru Bicara Mesa Airlines LeKesha Brown mengatakan, penerbangan dibatalkan karena kekhawatiran anggota kru pesawat dan penumpang.

โ€œAmerika dan semua mitra regionalnya memiliki kewajiban untuk memperhatikan masalah keselamatan dan keamanan yang ditimbulkan oleh anggota awak dan penumpang dengan serius. Semua pelanggan di penerbangan 5886 telah dipesan ulang pada penerbangan berikutnya ke DFW. Kami berkomitmen untuk memberikan pengalaman positif kepada semua orang yang bepergian bersama kami," kata Brown.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

"Tim kami bekerja sama dengan Mesa untuk meninjau kejadian ini, dan kami telah menghubungi Alkhawaldeh dan Abdallah untuk mendapatkan kisah versi mereka," tambah Brown.

Di sisi lain, Alkhawaldeh dan Abdallah mengatakan, mereka telah mengajukan keluhan kepada Departemen Perhubungan. Sebab mereka diperlakukan tak adil akibat islamofobia.

Abdallah mengatakan, ia merupakan seseorang yang sering berpergian. Ia bahkan mendapatkan status tertinggi sebagai frequent flyer dengan maskapai Mesa, AAdvantage Executive Platinum.

Sebelumnya seorang petinju muslim Amerika Serikat (AS) juga mengalami rasisme akibat islamofobia. Petinju yang bernama Basheer Abdur tersebut sempat dilarang bertanding gara-gara berjenggot.

Namun ia tak menyerah dan terus memperjuangkan haknya untuk ikut berpartisipasi pada kompetisi tinju tahun ini. Akhirnya dengan bantuan dari Council on American Islamic Relations of Michigan (CAIR), Abdur bisa bertanding dalam USA Boxing. Islamofobia masih marak di Amerika hingga saat ini.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini