Resep Menghadapi Masalah Rumah Tangga ala Rasulullah

Senin 23 September 2019 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 23 614 2108250 resep-menghadapi-masalah-rumah-tangga-ala-rasulullah-zndvHiX0ao.jpg Pasangan menikah terkadang diterpa ujian (Foto: Shutterstock)

MANUSIA biasanya muncul rasa cinta setelah melihat penampilan fisik yang menarik, kekayaan, kecerdasan dan status seseorang. Perasaan tertarik itu semakin menjadi dan berujung pada keinginan menikah. Jadi rasa cinta merupakan salah satu motivasi pasangan menikah.

 Kalau ada masalah pernikahan kembali ke nasihat Rasulullah

Namun ada juga pasangan menikah karena menuruti permintaan orang lain. Misalnya ia diminta oleh ibunya untuk menikahi gadis pilihan ibunya. Sebagai anak yang berbakti, ia menuruti ibunya dengan menikahi gadis tersebut.

Dosen Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng Jombang, Fathur Rohman mengatakan, pernikahan yang dilatarbelakangi oleh rasa cinta karena ketertarikan maupun karena permintaan orangtuanya saat sudah berumah tangga biasanya mendapatkan ujian berupa urusan hati.

Pasangan menikah dengan alasan cinta, terang Fathur, biasanya setelah berumah tangga, ia melihat ternyata di luar sana banyak orang yang lebih cantik atau tampan dari pasangannya. Lebih kaya, lebih terhormat, dan lebih lainnya daripada pasangannya sehingga membuat cintanya luntur.

Sedangkan untuk pasangan menikah karena alasan menuruti orangtua, biasanya ujiannya ternyata sosok pasangan yang dipilihkan untuk dirinya bukanlah seseorang yang sesuai dengan harapannya sehingga ia merasa tidak ikut bertanggungjawab atas pernikahannya. Ia juga cenderung menyalahkan orang-orang yang dulu menyuruhnya menikah dengan pasangannya tersebut.

Seperti dilansir website Pondok Pesantren Tebuireng, sejatinya setiap permasalahan dalam pernikahan ada solusinya. Untuk ujian pasangan yang cintanya luntur setelah menikah, Rasulullah sudah mengajarkannya dengan beberapa cara:

Pertama, tundukkan pandangan dan menahan nafsunya sebagaimana ayat Alquran:

لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat’.”(QS. An-Nur [24] : 30).

Kedua, lihatlah orang yang di bawahmu (lihatlah orang yang kenikmatannya di bawah kenikmatan yang engkau miliki), agar senantiasa engkau bersyukur. Sebagaimana hadits di bawah ini:

إذا نظر أحدكم إلى من فضل عليه في المال والخلق فلينظر إلى من هو أسفل منه

“Jika salah seorang di antara kalian melihat orang yang memiliki kelebihan harta dan bentuk (rupa), maka lihatlah kepada orang yang berada di bawahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sedangkan untuk ujian pasangan menikah karena permintaan orangtua, Allah telah menjelaskan bahwa setiap amal akan dimintai pertanggung jawaban.

Amal dalam hal ini adalah termasuk persetujuan seseorang ketika mau dijodohkan pada waktu pernikahan, ketika ia menikah, maka secara dhohiri ia telah setuju, dan ketika berumah tangga ia mendapatkan ujian seperti itu.

Maka risikonya, ia tak bisa menyalahkan orangtuanya karena setiap orang harus bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri.

Solusinya untuk mengatasi masalah ini adalah bertanggung jawab atas sikap setujunya dulu menikah dengan piliha ibunya. Caranya, senantiasa memperbaiki diri dan pasangannya untuk senantiasa saling menjalankan hak dan kewajibannya masing masing. Sebagaimana ayat di bawah ini:

كُلُّ نَفْسٍۭ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ ﴿٣٨

“Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya.” (Q.S.74:38)

Selain itu, solusi sederhana lainnya adalah suami dan istri meminta nasihat kepada orangtuanya, para kerabatnya, para guru-gurunya, para ulama yang ahli dalam bidangnya agar suami istri tersebut mendapatkan pemahaman yang benar tentang arti sebuah pernikahan dan bagaimana cara mengarungi rumah tangga yang baik.

Sebagaimana ayat di bawah ini:

فَسَۡٔلُوٓاْ أَهۡلَ ٱلذِّكۡرِ إِن كُنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ

“… maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kalian tidak mengetahui.” (an-Nahl: 43)

Jadi ketika terjadi permasalahan di atas dalam pernikahan Anda, janganlah buru-buru bercerai. Carilah solusi dengan kembali kepada Allah SWT.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini