Tapi jangan salah, tidak semua daun maple bisa diolah jadi tempura. Hisakuni biasanya mengambil daun yang berwarna kuning, karena lebih tepat untuk dijadikan momiji. Sedangkan yang warna merah ia selalu abaikan.

Tidak sampai di situ. Daun maple yang telah dikumpulkan, dimasukan ke dalam ember lalu dibiarkan selama satu tahun. Jika daun sudah siap diolah, Hisakuni membersihkannya terlebih dahulu, sebelum diberi tepung dan bumbu.
Hingga dulu sampai sekarang, Hisakuni terus konsisten menjalankan usahanya membuat tempura momiji. Kedainya kini berusia 80 tahun. Dan dirinya pun senang bisa membuat makanan halal yang legendaris ini.