Viral Video Emak-Emak Usir Seorang Pria dari Masjid, Ada Apa Ya?

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 07 Oktober 2019 19:35 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 07 614 2114001 viral-video-emak-emak-usir-seorang-pria-dari-masjid-ada-apa-ya-4pSebW9i5w.jpg Foto: Secreenshoot dari akun Instagram

VIRAL video yang memperlihatkan seorang pria pemotor diusir dari pekarangan masjid. Belum diketahui secara pasti apa penyebab pria itu diusir.

Namun dalam rekaman itu terdengar pria mengeluh karena tidak diperbolehkan singgah sebentar di masjid tersebut. “Pelit amat, saya mau cuma ketemu orang saja di sini,” ucapnya.

Kemudian seorang ibu yang mengusirnya mengatakan; “Tidak apa-apa (red. pelit), emang kenapa emangnya?

“Orang mau duduk aja enggak boleh,” ujar pria itu.

“Enggak boleh, bukan tempatnya. Percuma mau duduk, salat!” ucap si ibu yang mengusir itu lagi. Selain itu pengusir sempat melontarkan kata-kata kotor.

Sejak diunggah oleh akun Instagram @catatanmuslim pada Minggu 29 September 2019, video ini sudah ditonton lebih dari 500 ribu kali. Netizen pun ramai-ramai mengomentarinya.

"Nauzubillah min dzalik lihat emak-emaknya. Mulutnya sedikit pun tidak mencerminkan orang muslim," tulis akun @henny.liany

"Apakah masjid itu punya pribadi? Setahu aku masjid itu rumah Allah, semua hamba Allah boleh istrahat di situ karena enggak ada larangan apalagi sesama muslim," komentar akun @cecepsaloy

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Menanggapai kejadian ini, Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani), Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, mungkin saja orang-orang yang mengusir ini bermaksud baik karena menghindari hal-hal yang tidak pantas yang berujung akan merusak masjid.

Namun mengusir orang baik yang sedang istirahat di masjid juga tidak pantas. Apalagi perbuatan tersebut tidak menceriminkan akhlak sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.

"Perilaku yang demikian dengan mengusir dan menghardik orang yang istirahat di masjid adalah tidak pantas dan tidak etis menurut akhlak Karimah yang diajarkan Rasulullah," katanya pada Okezone, Senin (7/10/2019).

Sementara dalam sejarah tercatat bahwa Ash-Habus Shuffah, yaitu para sahabat yang zuhud, fakir, dan perantau tidur (bahkan tinggal) di masjid pada zaman Rasulullah SAW.

Mereka dalam kesehariannya selama tinggal di dalam masjid juga beribadah sekaligus maksud untuk menghidupkan masjid.

Mereka Ahlus Suffa atau cikal bakal yang dikenal para ahli tasawuf ini juga tidak pernah jauh dari masjid. Salah satu yang terkenal adalah Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

Namun yang harusnya dipahami bahwa para sahabat yang tinggal di masjid pada saat itu memahami kemuliaan masjid, dan adab atau tata cara bagaimana akhlak berdiam di dalamnya. Mereka juga sangat memahami bahwa masjid harus dijaga kesucian dan kebersihan dan hak hak masjid.

"Disamping itu, perbuatan mereka juga diketahui oleh Nabi Muhammad SAW dan beliau tidak mengingkarinya. Semua pertimbangan ini menunjukkan bahwa pada dasarnya tidur di masjid hukumnya dibolehkan. Istirahat itu di perbolehkan, tidak dilarang," pungkas Ainul.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini