Nyaman di Lingkungan Islam, Pria Surabaya Ini Ucapkan Syahadat

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Selasa 08 Oktober 2019 12:23 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 08 614 2114202 nyaman-di-lingkungan-islam-pria-surabaya-ini-ucapkan-syahadat-5GcevdDwLU.jpg Ilustrasi. Foto: Shutterstock

ISLAM mengajarkan kehidupan yang damai dan tenteram. Maka tidak heran jika ada penganut agama lain nyaman berada di lingkungan muslim.

Contohnya adalah Riyanto, warga Surabaya yang lahir pada 1984. Ia merasa nyaman saat bermain ke tetangganya yang Islam. Menurutnya, tetangga tersebut sangat toleran terhadap penganut agama lain seperti dirinya.

Hal itu pula yang membuat Riyanto tertarik terhadap Islam. “Saat saya bermain ke sana, waktu magrib tiba, saya diajak Salat Magrib di rumahnya dan ditawari mengaji bersama,” ujarnya.

Kejadian itu diceritakan Riyanto kepada orangtuanya. Beruntung, sedari awal ayah dan ibunya memang tidak pernah mewajibkan anggota keluarga agar ikut agama tertentu.

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Faktor lingkungan seperti ini membuat Riyanto leluasa mencari agama yang menurutnya paling benar. “Orangtua memberikan kebebasan. Dari sini saya bersyukur,” ceritanya seperti dilansir dari laman Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim), Selasa (8/10/2019).

Setelah itu, Riyanto memutuskan untuk masuk Islam atau jadi mualaf. Ia pun mengucapkan syahadat di hadapan Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar usai Salat Jumat di Masjid Al-Akbar Surabaya pada 27 September 2019.

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Marzuki yang juga pengasuh Pondok Pesantren Sabilulrosyad Kota Malang berpesan, syahadat adalah kunci pintu surga. Pintu surga sudah terbuka untuk Riyanto, tapi untuk memasukinya umat Islam harus melakukan segala perintah dan menjauhi laranganNya. “Jangan meninggalkan salat,” ucapnya kepada Riyanto

Ia juga menegaskan bahwa Tuhan itu maha esa. Sementara Isa adalah nabi utusan Allah, bukan anak Tuhan.

“Yakinlah bahwa Tuhan itu maha segalanya. Maha Kuasa, Maha Pengampun. Bila ada Tuhan yang tidak memiliki kekuasaan, itu bukan Tuhan,” ucap Marzuki.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini