Kemenag Serukan Agar Pengusaha Makanan dan Minuman Segera Urus Sertifikat Halal

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 09 Oktober 2019 15:39 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 09 614 2114791 kemenag-serukan-agar-pengusaha-makanan-dan-minuman-segera-urus-sertifikat-halal-29Q6L2Io9H.jpg Ilustrasi. Foto: Halal.com

MENTERI Agama Lukman Hakim Saifuddin menyerukan kepada pelaku usaha makanan dan minuman untuk segera mengurus sertifikat produk halal. Ia mengatakan pendaftaran sudah bisa dilakukan sekarang meski Undang-Undang Jaminan Produk Halal (UU JPH) baru mulai berlaku pada 17 Oktober 2019.

"Jadi begini, 17 Oktober itu adalah tanggal menurut undang-udang, dimulainya proses sertifikasi produk halal, dikhususkan sebatas ini makanan dan minuman dulu," ujarnya di Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta Pusat, Selasa, (8/10/2019).

Lukman juga menambahkan bahwa sertifikasi halal untuk produk makanan dan minuman sangat penting bagi masyarakat. Sebab penduduk Indonesia yang mayoritas muslim membutuhkan kepastian produk halal.

Lebih lanjut, sertifikasi halal sendiri juga diperlukan untuk menjamin adanya kepastian hukum bagi pelaku usaha, sebelum mereka mengedarkan produk masing-masing yang diklaim halal.

Ilustasi. Foto: Istimewa

"Dijamin kehalalannya atau tidak, maka 17 Oktober nanti dimulainya saat proses sertifikasi produk-produk ," katanya.

Sebelumnya, Wakil Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOK MUI), Osmena Gunawan mengatakan, biaya sertifikasi halal di Indonesia merupakan yang termurah dibanding negara lain di dunia. "Rata-rata biaya sertifikasi halal di kita itu Rp2.500 ribu," tuturnya.

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Osmena menambahkan, biaya sertifikasi di Indonesia bisa murah karena orientasinya bukan bisnis. Kata dia, sertifikat produk halal dikeluarkan semata-mata menjaga muslim dari produk haram.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Lebih lanjut, berdasarkan UU JPH, prosedur penerbitan sertifikat halal dimulai dengan pengajuan produk ke Badang Penyelenggara Jaminan Produk Halal Kementerian Agama (BPJPH Kemenag). Kemudian permohonan tersebut akan diberikan kepada Lembaga Pemeriksa Halal (LPH).

LPH sendiri diisi oleh Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOK MUI). Setelah diproses di LPPOK MUI, kemudian diajukan kembali ke BPJPH untuk diverifikasi dan dibawa lagi ke MUI untuk sidang halal. Selanjutnya, proses kembali ke ke BPJPH untuk penerbitan sertifikat halal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya