nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Anchorage, Kota Tujuan Hijrah Muslim dari Berbagai Penjuru Dunia

Senin 14 Oktober 2019 12:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 14 614 2116572 mengenal-anchorage-kota-tujuan-hijrah-muslim-dari-berbagai-penjuru-dunia-5UkdMiNMvL.jpg Suasana di Kota Anchorage (Foto: Gray Line Alaska)

Komunitas muslim di Anchorage semakin berkembang dari waktu ke waktu. Sebab banyak migran muslim dari berbagai penjuru dunia hijrah ke kota tersebut dan menemukan kedamaian di sana.

Anchorage sendiri merupakan kota yang terletak di Alaska, Amerika Serikat. Meski sangat jauh, rupanya kota ini menarik perhatian banyak muslim dari berbagai penjuru dunia.

 Muslim di Anchorage berbaur dengan baik

Sejatinya kota tersebut pada awalnya milik Rusia, lalu dibeli oleh Amerika. Saat ini banyak komunitas muslim terbentuk.

Di kota yang dingin itu, muslim dengan mudah menemukan toko kelontong barang-barang kebutuhan sehari-hari yang halal, restoran halal, juga masjid untuk salat.

Jumlah warga muslim di Anchorage saat ini memang belum begitu besar. Pada tahun 2014, tercatat ada 3.000 umat Islam di kota itu. Lalu akhir tahun 2018 jumlahnya meningkat hampir mencapai 4.000 orang.

Wakil Direktur Pusat Komunitas Islam Anchorage, Sam Obeidi mengatakan, komunitas muslim di Anchorage merupakan salah satu komunitas yang paling fleksibel di AS. "Ini terjadi karena keberagaman etnis dalam komunitas itu."

Di berbagai kota lain di Amerika, kebanyakan masjid terkait dengan satu kelompok etnis, namun tidak demikian di Anchorage. Sebagai contoh, Salat Jumat diikuti oleh warga dari berbagai latar belakang etnis.

“Di sini ada orang-orang Arab, Gambia, Pakistan, India, Myanmar, Albania, Somalia, Sudan, Mesir, Palestina, Irak, Bangladesh, Myanmar, Rusia, Malaysia, bahkan Indonesia," terang Obeidi.

Seperti dilansir VOA, muslim dari berbagai negara datang ke Anchorage mencari hidup baru. Mereka hidup dengan rukun dan damai.

Bahkan Islamic Community Center Anchorage Alaska yang berada di kawasan bisnis bertetangga dengan gereja Presbiterian Korea, sejumlah bengkel mobil, dan restoran. Oleh karena itu tak heran jika saat di masjid itu, terdengar beragam bahasa.

Menurut Obeidi, Anchorage menarik perhatian banyak muslim karena pertimbangan ekonomi. Ekonomi Alaska konon tidak terpengaruh resesi.

Selain itu, muslim banyak yang hijrah ke sana karena program penempatan pengungsi yang dibuat Pemerintah AS. Lebih dari setengah populasi Anchorage adalah orang Eropa, sementara sisanya adalah Asia, Afrika, hispanik dan penduduk asli Alaska.

Zakia Chowdhury, warga Anchorage asal Bangladesh mengaku senang hidup sebagai muslim di sana.

“Apapun yang kami lakukan di sana, kami lakukan juga di sini. Kami makan sahur, kami juga berbuka puasa. Kami berpuasa seharian, dan kami melewatkan waktu bersama komunitas, seperti yang kami juga lakukan di kampung halaman. Satu-satunya yang tidak kami temukan di sini adalah suasan seperti di Bangladesh, di mana banyak muslim di lingkungan sekitar kami," terang Chowdurry.

Namun Obeidi tidak menyarankan muslim hijrah begitu saja ke Anchorage sebab biaya hidup di Anchorage luar biasa tinggi. Ia menyarankan, mereka yang ingin hijrah ke sana sebaiknya menemukan pekerjaan terlebih dahulu dan memiliki kerabat yang bisa membantu mereka menjalani hidup hingga mapan.

Hal yang membuat tinggal di Anchorage mahal, terang Obeidi, terbatasnya sarana transportasi akibatnya harga bahan-bahan kebutuhan pokok mahal bahkan tertinggi di Amerika. Guna mengatasinya, Pemerintah AS berusaha menurunkan harga barang, khususnya di Anchorage dan Fairbanks.

Namun hal yang menguntungkan, ujar Obeidi, Alaska adalah negara bagian dengan pajak individu paling ringan di Amerika. Alaska adalah satu dari 6 negara bagian tanpa pajak penjualan barang, dan satu dari 7 negara bagian yang tidak menarik pajak pendapatan perorangan.

Hal yang perlu dipertimbangkan adalah iklim di Alaska. Musim dingin di sana sangat panjang. Panjangnya waktu siang dan malam hari sangat berbeda dengan negara-negara bagian lain di AS. Akibatnya ini mempengaruhi kegiatan beribadah muslim, khususnya sewaktu bulan Ramadhan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini