nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fenomena Crosshijaber, Sekjen PP Muhammadiyah: Mereka Harus Diberi Konseling Psikologis dan Agama

Selasa 15 Oktober 2019 11:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 15 614 2117054 fenomena-crosshijaber-sekjen-pp-muhammadiyah-mereka-harus-diberi-konseling-psikologis-dan-agama-BVTL5XkWF9.jpg Para anggota crosshijaber (Foto: Inst)

Muhammadiyah menyuarakan keprihatinan mereka atas keberadaan crosshijaber yang meresahkan masyarakat akhir-akhir ini.

Crosshijaber merupakan sekelompok pria yang suka mengenakan pakaian muslimah seperti gamis maupuan abaya lengkap dengan hijabnya. Terkadang mereka juga memakai cadar atau niqab untuk menutupi wajahnya.

 Crosshijaber

Bahkan crosshijaber bercadar ini disebut berani memasuki area khusus bagi muslimah. Termasuk kamar mandi perempuan dan saf salat perempuan di masjid.

Seperti dilansir dari Breitbart, Senin (14/10/2019), Sekjen Muhammadiyah menyatakan, crosshijaber tersebut bisa dituntut.

“Kalau mereka dengan sengaja memang bertujuan untuk meresahkan masyarakat, maka mereka bisa dituntut secara hukum," ujar Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti.

“Namun jika mereka (crosshijaber) menderita penyimpangan psikologis, maka mereka harus diberi konseling psikologis. Jika mereka merupakan pria yang dengan sengaja memakai pakaian muslimah seperti cadar, maka itu tak bisa diterima. Solusinya mereka harus diberi konseling agama."

Menanggapi maraknya crosshijaber di media sosial, seorang netizen mengatakan, “Saya tak masalah dengan crosshijaber selama mereka bukan keluarga saya."

“Namun jika crosshijaber masuk ke dalam ruang khusus perempuan, seperti tempat wudhu perempuan, lalu jamaah perempuan tak sengaja menyenggol crosshijaber dan wudhunya jadi batal, maka itu merugikan jamaah perempuan. Silakan melakukan hal yang kamu sukai, tapi tolong jangan merugikan orang lain," tambah netizen tersebut.

Sementara itu, Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI), Masduki Baidlowi mengatakan, dalam Islam tidak boleh seorang laki-laki menyerupai perempuan dengan memakai pakaian muslimah dan hijab.

"Kalau ada yang seperti itu,  jelas ini  melanggar aturan agama dan bisa dikatakan menyimpang," ujarnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini