Imam Masjid As-Sabur Fateen Seifullah berjuang mengubah kota penuh dosa dengan memberikan secercah cahaya. Las Vegas di Nevada merupakan kota di Amerika yang terkenal sebagai pusat kota judi yang memiliki berbagai macam kasino.
"Kali ini saya tak berbicara mengenai terangnya cahaya lampu kasino. Saya berbicara tentang noor atau cahaya Ilahi," kata Seifullah yang merupakan imam masjid tertua di Kota Las Vegas tersebut.

Seperti dilansir Regional News Service beberapa hari lalu, sejak 2010 Seifullah telah berinisiatif untuk mengembangkan Desa Muslim yang lokasinya hanya beberapa mil di sebelah utara pusat hiruk pikuk dan hedonisme Las Vegas.
Pembangunan Desa Muslim yang dilakukannya akhirnya menyingkirkan sarang narkoba dan sarang geng di wilayah yang disebut West Las Vegas.
Saat ini Masjid As-Sabur punya misi membeli properti-properti yang ada di sekitarnya. Lalu mengubahnya menjadi perumahan yang harganya lebih miring.
"Desa Muslim menjadi tempat aman bagi muslim lokal maupun non muslim," kata Seifullah.
Pada kesempatan itu, Seifullah menunjukkan mural warna-warni di sebuah dinding masjid. "Tujuan kami adalah meninggalkan jejak fisik yang positif pada lingkungan, jadi ketika orang melihatnya, mereka melihat apa yang telah dilakukan umat Islam di sini."
Di Desa Muslim tersebut terdapat klinik medis gratis, dapur, perpustakaan, taman komunitas, dan sekolah Senin-Jumat untuk anak-anak muda.
Masjid ini juga menyediakan makanan, rumah sementara bagi perempuan yang menghadapi pelecehan atau masalah lain. Bahkan masjid juga menyediakan tempat rehabilitasi bagi para pecandu untuk melepaskan diri dari kecanduannya.
Tahun depan, Masjid As-Sabur berharap agar memperluas kompleksnya dengan membangun perumahan di tanah kosong di samping masjid.
Semua fasilitas dan layanan di kompleks masjid bisa digunakan siapapun yang membutuhkan tanpa peduli latar belakang agamanya.
Sepertiga dari penghuni Desa Muslim merupakan pengontrak. Kebanyakan mereka merupakan mahasiswa, perempuan, orang-orang tua, dan kebanyakan bukan muslim.

Selama lebih dari satu dekade, masjid ini juga menyatukan ratusan relawan lokal untuk menyelenggarakan acara Day of Dignity yang merupakan acara tahunan. Dipimpin oleh organisasi Islamic Relief USA, masjid-masjid di seluruh negeri menyediakan makanan panas, perlengkapan sekolah, perlengkapan kebersihan, pakaian, perawatan medis dan lainnya bagi orang-orang yang membutuhkan.
“Tragedi yang sebenarnya adalah kita berada hanya seperempat mil dari semua kekayaan dan kemewahan dunia. Namun rupanya banyak tunawisma dan orang-orang kelaparan hanya beberapa blok dari tempat mereka membuang makanan secara sia-sia," ujar Seifullah.
Seorang muslim asli Las Vegas, Afsha Bawany mengatakan, Masjid As-Sabur memberikan dukungan kepada komunitas di sekitarnya.
“Masjid As-Sabur membantu komunitas kami tetap tangguh dalam mengatasi tekanan ekonomi, menolong tunawisma dan berjuang melawan dan mencegah kekerasan,” kata Bawany yang juga sukarelawan masjid.

“Para voluntir masjid berusaha membantu orang-orang yang rentan di Nevada Selatan dan memastikan mereka mendapatkan perhatian dan perawatan. Itulah arti hidup sebagai muslim, menolong sesama," kata Bawany.
Warga lokal selama ini juga sering mengandalkan bantuan Masjid As-Sabur sebagai tempat perlindungan dan bantuan. Bahkan anggota geng lokal menghormati masjid ini karena mereka tahu orangtuanya sering datang ke masjid untuk mencari makanan gratis maupun layanan sosial lainnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)