Seorang pekerja kontruksi di sebuah masjid di Kota Schwelm, Jerman sangat terkejut. Ia menemukan bungkusan aneh yang ternyata berisi kepala babi.
Seperti dilansir Daily Sabah, Rabu (20/10/2019), para pekerja kontruksi segera menghubungi pihak berwenang di Kota Schwelm Yesil Cami. Lalu ia menyampaikan masalah kepala babi tersebut kepada polisi setempat.

Pemerintah pun mengutuk keras tindakan islamofobia tersebut. Mereka menekankan, masjid selalu menjadi bagian dari Kota Schwelm yang multikultural.
Pemerintah menjelaskan, tindakan itu merupakan ancaman dan provokasi yang ditujukan terhadap muslim.
Muslim yang tinggal di Kota Schwelm merasa sedih dengan insiden di masjid tersebut. Pembangunan masjid tersebut di bawah pengawasan Turkish-Islamic Union for Religious Affairs (DİTİB).
Polisi telah melakukan penyelidikan atas insiden pengiriman kepala babi tersebut. Selama ini, kepala babi sering digunakan dalam serangan yang menargetkan umat Islam atau tempat-tempat umat Islam, termasuk masjid.
Pelaku penyerangan menggunakan kepala babi karena umat Islam menilai babi merupakan binatang yang kotor dan haram dimakan.
Masjid-masjid di Jerman kadang-kadang menjadi sasaran serangan mulai dari bom molotov hingga kepala babi. Para pelakunya merupakan orang-orang yang mengalami islamofobia.
Polisi Jerman dikritik akibat kegagalan mereka mengidentifikasi tersangka yang bertanggung jawab atas serangan pengiriman kepala babi tersebut.
(Dyah Ratna Meta Novia)