SELAIN mendoakan sanak keluarga yang sudah meninggal setelah salat, ziarah kubur sering dilakukan umat Islam. Apalagi saat bulan Ramadan atau ketika Hari Raya Idul Fitri, Muslim di Indonesia datang ke makam keluarganya yang sudah tiada.
Wakil Ketua Ketua Ikatan Sarjana Quran Hadist Indonesia Ustadz Fauzan Amin, mengatakan, ziarah kubur emang disunahkan oleh Nabi Muhammad SAW. Hal ini bertujuan untuk mengingat umat muslim bahwa kematian akan datang kepada setiap orang.
"Ziarah bertujuan untuk mengingat akan kematian agar kita semangat mencari bekal pahala dan menghindari dosa," ujarnya kepada Okezone beberapa waktu lalu.
Ia memberi contoh, sebagaimana Nabi Muhammad SAW aktif ziarah kubur baqi di Madinah dan Janatul Ma'la di Makkah. Ketika memasuki area pemakaman, Rasulullah pun memberi salam. Lafadznya sebagai berikut:
السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُونَ
Assalâmu‘alaikum dâra qaumin mu’minîn wa atâkum mâ tû‘adûn ghadan mu’ajjalûn, wa innâ insyâ-Allâhu bikum lâhiqûn
Artinya: "Assalamualaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Tuhan yang sempat ditangguhkan besok, dan kami Insya Allah akan menyusul kalian".
Selain itu, Nabi juga mengajarkan doa ini:
السَّلامُ على أهْلِ الدّيارِ مِنَ المُؤْمنينَ وَالمُسْلمينَ وَيَرْحَمُ اللَّهُ المُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَمِنَّا وَالمُسْتأخِرِين وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّه بِكُمْ لاحِقُونَ
Assalâmu‘alaikum dâra qaumin mu’minîn wa atâkum mâ tû‘adûn ghadan mu’ajjalûn, wa innâ insyâ-Allâhu bikum lâhiqûn
Artinya:
"Assalamu’alaikum, hai para mukmin dan muslim yang bersemayam dalam kubur. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada mereka yang telah mendahului dan yang akan menyusul kalian dan (yang telah mendahului dan akan menyusul kami. Sesungguhnya kami Insya Allah akan menyusul kalian".
(Abu Sahma Pane)