Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pagi yang Cerah, Yuk Syukuri dengan Membaca Doa Melihat Langit Ini

Abu Sahma Pane , Jurnalis-Senin, 11 November 2019 |09:00 WIB
Pagi yang Cerah, Yuk Syukuri dengan Membaca Doa Melihat Langit Ini
Ilustrasi. Foto: Shutterstock
A
A
A

SECARA umum cuaca Kota Jakarta sangat cerah, sehingga setiap orang bisa melihat langit yang indah pagi ini, Senin (11/11/2019). Hanya saja perlu diingat bahwa kondisi ini patut disyukuri dengan cara memanjat doa kepada Allah SWT.

Oleh karena itu umat Islam dianjurkan memanjatkan doa ketika melihat langit yang cerah. Anjuran ini bahkan datang langsung dari RasulullaH SAW.

Segala ciptaan baik di alam raya maupun dalam diri manusia adalah tanda atau ayat (keagungan) Allah. Sehingga, saat seseorang menyaksikan ciptaan, apa saja, semestinya juga membawa seseorang kepada pengalaman rohaniyah akan kemahabesaran Allah SWT.

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Demikian pula ketika melihat langit, dikutip dari akun Instagram NU Online, dalam hadits shahih, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk membaca doa berikut yang merupakan kutipan dari Surat Ali Imran ayat 191:

رَبَّنا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanâ mâ khalaqta hâdzâ bâthilan subhânaka faqinâ ‘adzâban nâr

“Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa Neraka. (Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir) (Mahbib)

Sementara itu bagi yang hendak berangkat kerja, ada baiknya lebih dulu membaca doa agar semuanya berjalan lancar dan diberkahi Allah SWT. Salah satu contoh doa yang bisa dibaca ketika hendak berangkat kerja yaitu:

أَللَّهٌمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ وَعَطَائِكَ رِزْقًا طَيِّبًا مٌبَارَكًا، اَللَّهُمَّ إِنَّكَ أَمَرْتَ بِالدُّعَاءِ وَقَضَيْتَ عَلَىَّ نَفْسَكَ بِالْاِسْتِجَابَةِ وَأَنْتَ لَا تٌخْلِفٌ وَعْدَكَ وَلَا تٌكَذِّبُ عَهْدَكَ اَللَّهُم مَا أَحْبَبْتَ مِنْ خَيْرٍ فَحَبِّبْهٌ إِلَيْنَا وَيَسِّرْهُ لَنَا وَمَا كَرَهْتَ مِنْ شَئْ ٍفَكَرِهْهُ إِلَيْنَا وَجَنِّبْنَاهُ وَلَا تُنْزِعْ عَنَّا الْإِسْلَامَ بَعْدَ إِذْ أَعْطَيْتَنَا

Allahumma innii as’aluka min fadhlika wa athaa’ika rizkan thayyiban mubaarakan. Allahumma innaka amarta bid du’aa’i wa qadhaita alayya nafsaka bil istijaabah wa anta laa tukhlifu wa’daka wa laa tukadzzibu ahdaka. Allahumma ma ahbabta min khairin fa habbibhu ilaina wa yassirhu lanaa wa maa karahta min syaiin fa karihhu ilaina, wa jannibnaahu wa laa tunzi’ annal islaam ba’da iz a’thaitanaa.

Artinya : “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta dari keutamaanMu dan pemberianMu, rizki yang baik lagi berkah. Ya Allah sesungguhnya Engkau memerintahkan untuk berdoa dan memutuskan atasku pengabulan doa, dan Engkau Zat Yang Tidak Melanggar Janji dan Tidak Mendustainya.

Ya Allah, tidak ada kebaikan yang Engkau sukai, kecuali Engkau jadikanlah kami mencintai kebaikan tersebut dan mudahkanlah kami mendapatkannya, dan tidak ada sesuatu yang Engkau benci kecuali Engkau jadikan kami benci terhadap sesuatu tersebut, dan jauhkanlah kami darinya. Dan janganlah Engkau cabut dari kami keislaman kami setelah Engkau berikan”.

(Abu Sahma Pane)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement