nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hari Ayah Nasional, Ini Kisah Ayah Mendidik Anak yang Diabadikan dalam Alquran

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 12 November 2019 13:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 12 614 2128795 hari-ayah-nasional-ini-kisah-ayah-mendidik-anak-yang-diabadikan-dalam-alquran-OJok9sRRYi.jpg Ayah mendidik anaknya (Foto: Shutterstock)

Bangsa Indonesia saat ini sedang merayakan Hari Ayah Nasional. Ini merupakan perhargaan terhadap pengorbanan dan perjuangan ayah untuk anak-anak dan istrinya.

Hari Ayah Nasional memang pantas diperingati karena para ayah telah memberikan jiwa dan raganya bagi keluarganya. Muslim bisa memperingati hari ini dengan mengingat dan menerapkan pendidikan Luqmanul Hakim kepada anaknya yang dikisahkan dalam Alquran.

 Alquran

Dalam riwayat Sayyidina Ibnu Abbas (3-68 H), Luqmanul Hakim yang dipanggil Luqman merupakan seorang ayah yang berasal dari Ethiopia.

Namun menurut riwayat Sayyidina Sa’id bin Musayyab (15-94 H) dan Jabir bin Abdullah (16-78 H), Luqman merupakan ayah yang berasal dari Nubia, Mesir atau Sudan. Ia berkulit hitam, berhidung pesek, pendek, dan berbibir tebal, menurut sebagian besar riwayat. (Imam Ibnu Katsir, Tafsîr al-Qur’ân al-‘Adhîm, Riyadl: Dar Thayyibah, 1999, juz 6, h. 333)

Terlepas dari semua itu, Lukman merupakan hamba pilihan Allah yang dipilih-Nya untuk menjadi ayah yang patut dicontoh oleh ayah-ayah lain di dunia. Bahkan pendidikan dan nasihat-nasihat Luqman untuk anaknya terukir indah di dalam ayat suci Alquran, Surat Al Luqman ayat 13-19.

Seperti dilansir NU Online, sebaiknya kita mencontoh Luqman dalam mendidik anaknya yang tertuang dalam Surat Al Luqman ayat 13-19. Ini nasihat Luqman kepada anaknya yang bisa ditiru oleh para ayah di Tanah Air:

1. Nasihat untuk tidak mempersekutukan Allah

Luqman mengajarkan kepada anaknya untuk tidak mempersekutukan Allah. Ini merupakan langkah awal agar manusia dapat sukses hidup di dunia sampai di akhirat. Sejatinya ilmu yang dimiliki manusia ini hanya oleh dan karena kehendak Allah SWT. Tidak ada daya dan upaya manusia selain kekuatan Allah SWT. Putra putri kita harus dididik menyandarkan segalanya kepada Allah SWT. Ini sesuai dengan firman Allah dalam,

Surat Luqman Ayat 13

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar."

2. Nasihat untuk berbakti kepada orangtua

Luqman memberikan nasihat kepada anakanya untuk berbakti dan menghormat kepada kedua orangtua. Luqman mengingatkan kepada anaknya bahwa ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah dan menyapihnya dalam dua tahun. Maka hormat kepada kedua orangtua adalah bentuk syukur kepada Allah SWT dan kepada kedua orangtua.

Surat Luqman Ayat 14

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

Surat Luqman Ayat 15

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

3. Nasihat untuk berbuat baik kepada sesama meskipun hanya seberat biji sawi

Luqman juga meminta kepada anaknya untuk berbuat baik kepada sesama manusia meskipun hanya seberat biji sawi. Niscaya Allah akan memberinya balasan berupa kebaikan juga.

Surat Luqman Ayat 16

يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ

(Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasnya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

4. Perintah mendirikan salat

Luqman meminta anaknya untuk terus mendirikan salat. Salat adalah tiang agama dan mencegah kemungkaran. Salat juga menjaga hubungan manusia dengan Tuhannya. Salat juga membuat manusia menjadi hamba yang kuat dan tabah.

Surat Luqman Ayat 17

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

5. Nasihat untuk tidak berbuat sombong

Luqman juga menasihati anaknya agar tidak bersikap sombong dan angkuh. Sombong dan angkuh sejatinya karakter jin. Jin dikeluarkan dari surga-Nya karena kesombongan dan keangkuhannya. Perasaan sombong ini bisa jadi masalah dalam kehidupan manusia.

Surat Luqman Ayat 18

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

18. Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

6. Nasihat untuk hidup sederhana

Terakhir pesan Luqman adalah perintah untuk hidup sederhana dan melunakkan suara.

Surat Luqman Ayat 19

وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ ۚ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ

Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.

Berikut nasihat Luqman kepada anaknya yang bisa dicontoh oleh para ayah dalam menasihati anak-anaknya agar menjadi anak yang saleh.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini