Share

Game Bisa Berujung Haram, Ini Tips Agar Anak Tak Kecanduan Gawai

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Jum'at 15 November 2019 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 15 614 2130174 game-bisa-berujung-haram-ini-tips-agar-anak-tak-kecanduan-gawai-u8NUNtLtxz.jpg Ilustrasi. Foto: Lifehack

ANAK kecanduan gawaiย atau gadget sudah menjadi fenomena di tengah kehidupan masyarakat. Kecanduan tersebut disebabkan di dalamnya terdapat berbagai suguhan yang membuat seseorang asyik sehingga lupa hal lain.

Contoh yang paling mudah membuat anak kecanduan gawai adalah game dan youtube. Bahkan sebagian anak berhenti menangis hanya karena diberi tontonan yang ada di aplikasi Youtube atau dibiarkan bermain game di smartphone.

Belakangan fenomena ini ternyata di sorot oleh Nahdatul Ulama (NU). Sebab beberapa kasus main game di gawai membuat anak mengalami gangguan kesehatan.

Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Provinsi Lampung menyatakan bahwa game online yang berdampak pada kecanduan dan mengakibatkan kerusakan seperti menyebabkan kebutaan, hukumnya haram, selengkapnya klik di sini.

"Sebenarnya ada juga manfaat lain dari game-game yang ada. Tapi jika sampai pada titik kecanduan dan menimbulkan efek berbahaya seperti kebutaan, maka hukumnya haram," kata Ketua LBMNU Lampung, KH Munawir.

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Menyikapi fenomenai ini, Sekretaris Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) dr Citra Fitri Agustina menyampaikan bahwa ada beberapa langkah pencegahan gangguan jiwa akibat gawai.

Pertama, kontrol orangtua terhadap anaknya. "Kontrol adalah bagian utama pencegahan dari orangtua," ujarnya beberapa waktu lalu.

Video yang mereka tonton dan game yang mereka mainkan harus dalam pengawasan orangtua. Jika tidak diperuntukkan bagi usianya, maka harus diambil sikap agar anaknya tidak mengakses aplikasi di dalam gawai tersebut.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Kedua, orangtua juga harus menjaga pola asuh terhadap anak-anaknya. Ketiga, orangtua juga tidak boleh permisif, mengalah dengan anaknya karena kasihan. โ€œโ€™Ya sudah dikasih aja, kasihan, enggak bisa begitu,โ€ katanya.

Lebih lanjut, Citra juga menyampaikan bahwa orangtua tidak boleh memudahkan anaknya dalam mengakses gawai. Ponsel pribadi orangtua dan kakaknya, misalnya, harus diberi kata kunci agar mereka sulit mengaksesnya.

Dokter lulusan Universitas Indonesia ini juga mengingatkan agar para orangtua harus memberikan batasan terhadap anak-anaknya. Misal, dalam sehari harus satu atau dua jam saja ia dapat menggunakan ponselnya.

Bila perlu, lanjutnya, dibuat kontrak yang harus anak-anak dan orangtuanya taati bersama. Hal demikian juga mengajarkan mereka agar disiplin. Tetapi, Citra mengingatkan agar orangtua juga harus konsisten dalam kontrak tersebut.

Artinya, orang tua tidak boleh melanggar sendiri yang dapat berdampak buruk terhadap anaknya. Dengan kontrak tersebut, jika anak-anak dapat menepatinya, orangtua dapat memberi penghargaan dengan beragam cara.

โ€œKalau seminggu hanya menggunakan ponsel satu jam, nanti dikasih stiker yang diakumulasikan dalam jumlah tertentu untuk mendapatkan hadiah tertentu,โ€ katanya.

Citra tidak merekomendasikan orangtua memberikan hukuman atau sanksi terhadap anaknya jika melanggar. Sebab, sanksi dapat berakibat anak-anak berontak atau benci terhadap orangtuanya sendiri.

Terakhir, Citra menganjurkan kepada orangtua agar dapat mengalihkan perhatian anak-anaknya dari gawai ke aktivitas fisik, seperti olahraga, bermain bersama, dan sebagainya.

Bisa juga, lanjutnya, anak-anaknya diajak untuk membuat prakarya sehingga kemampuan motorik dan kreativitas mereka juga terasah. Sebab, ada juga anak yang sampai tangannya kaku tidak dapat bergerak akibat fokus mereka terhadap ga,e yang dimainkannya di ponsel tersebut.

Dalam bahasa kesehatannya disebut carpal tunnel syndrom (CTL) atau sindrom lorong karpal, yakni mati rasa dan kesemutan di tangan dan lengan yang disebabkan saraf terjepit di pergelangan tangan.

Demikian dikutip dari laman Nahdatul Ulama (NU Online) pada Jumat (15/11/2019).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini