nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wanita Amerika Terbitkan Buku Perlindungan Anak Muslim dari Tindakan Asusila

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 16 November 2019 15:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 16 614 2130719 wanita-amerika-terbitkan-buku-perlindungan-anak-muslim-dari-tindakan-asusila-vxe63O73Kq.jpg Foto: Aboutislam

DATA Rape Abuse & Incest National Network (RAINN) menyatakan kekerasan seksual atau tindakan asusila terhadap anak sudah sangat mengkhawatirkan. Sebab setiap sembilan menit sekali ada satu anak yang jadi korban.

RAINN sendiri merupakan organisasi anti tindakan asusila khususnya terhadap anak. Berdasarkan penelitian mereka, total korban yang mengalami tindakan asusila merupakan anak perempuan di bawah usia 18 tahun.

Salah satu perempuan muslim yang menjadi korban ketika masih muda adalah Shariea Shoatz. "Saya korban pelecehan seksual masa kecil,” ujarnya yang kini sudah menjadi advokat dan pendidik pelecehan seksual anak.

Shoatz kini berkeliling negara memberikan lokakarya untuk para pendidik, orang tua, dan pengasuh agar memahami tanda-tanda pelecehan. Ia akan berbicara dengan para korban setelah mereka mengungkapkan pelecehan yang dialami, lalu melindungi anak-anak itu.

“Saya telah menghabiskan sisa hidup saya mendidik, mendukung, memberdayakan orangtua, agar selamat dari tindakan asusila. Terutama di komunitas Muslim dan Afrika-Amerika,” lanjutnya.

Shoatz juga menerbitkan buku My Voice Is My Super Power untuk mengajar anak-anak agar menghargai hak manusiawi mengenai tubuh mereka. Hal ini bertujuan untuk mendorong mereka menggunakan suara untuk mengekspresikan sesuatu jika memiliki masalah.

Sebagaimana dilansir About Islam pada Sabtu (16/11/2019), buku ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan membantu orang dewasa untuk menjadi lebih proaktif dalam mencegah tindakan asusila terhadap anak. Pasalnya buku ini berisi tentang kisah-kisah inspiratif yang bisa dipetik pembacanya.

Sebagai gambaran, buku ini juga menampilkan Buddy, seorang bocah laki-laki yang memberi tahu para pembaca tentang "Peraturan Keselamatan Tubuh,". Ini adalah pendekatan yang mempromosikan peningkatan kesadaran tubuh terhadap anak-anak.

Shoatz menunjukkan perlunya kesadaran orang dewasa untuk mempelajari pentingnya keselamatan untuk melindungi anak-anak. Oleh sebab itu ia ingin mensosialisasikannya lewat buku.

“Buku anak-anak tentang pelecehan seksual (tindakan asusila) sangat penting. Ini membantu orangtua, pendidik, tokoh masyarakat, dan pengasuh memperkenalkan Konsep Keselamatan Tubuh, pencegahan, pengungkapan, dan perawatan,” sambungnya.

Shoatz pun tak malu untuk berbagi beberapa pengalaman pelecehannya yang mengerikan di masa lalu. Ia mengaku pernah menceritakan pengalaman pelecehannya kepasa anggota keluarga lainnya, tapi tidak ada sesuatu yang terjadi.

“Tidak ada yang menganggap pelecehan saya serius karena masih kecil dan remaja. Saya tutup mulut, menyalahkan diri sendiri, berdoa agar dia berhenti menyentuh saya, dan tidak tahu harus berbuat apa,” lanjutnya.

Belajar dari pengalamannya, ia berharap buku ciptaannya dapat menjadi bahan pengajaran di sekolah Islam. Tujuannya sebagai program pencegahan tindakan asusila untuk menjaga keamanan siswa.

Ia juga ingin mengintegrasikan pencegahan tindakan asusila ke dalam kurikulum sekolah melalui lokakarya. “Sekolah harus memiliki kebijakan dan prosedur untuk staf pengajar dan staf. Penting untuk melatih staf pengajar, staf, dan sukarelawan”.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini