nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Mualaf, Masuk Islam Usai Didatangi Sosok Pria Berjanggut

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 18 November 2019 11:50 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 18 614 2131186 kisah-mualaf-masuk-islam-usai-didatangi-sosok-pria-berjanggut-c7X1nrfQUi.jpg Pria berjanggut dalam sinaran bulan (Foto: Free Images)

Sejatinya memang tidak mudah untuk berpindah keyakinan begitu saja. Seperti yang dialami seorang mualaf Nur Adiba.

Sudah setahun ini Nur Adiba resmi menjadi seorang mualaf. Ia mengaku untuk menjadi mualaf menerima banyak sekali cobaan yang bertubi-tubi di depan matanya. Namun ia berusaha tetap istiqomah.

 Nur Adiba

Perempuan asal Nias, Sumatera Utara ini duduk di bangku kuliah di salah satu universitas di Jakarta. Ia menceritakan perjalanan ajaibnya hingga akhirnya menjadi seorang Mualaf kepada Okezone.

Awal mulanya ia memeluk Islam bermula ia sering berkumpul dengan teman-temannya yang muslim. "Teman-teman saya orang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). (Red. saya gabung) yang namanya anak rantauan kan ada aja, cari cara bagaimana dia bisa hidup, bisa makan," kata Nur Adiba kepada Okezone saat ditemui di Masjid Darussalam Kota Wisata kemarin.

Adiba juga sering berkumpul dengan teman-temannya yang mayoritas adalah muslim. Melihat teman-temannya salat dan lainnya. Ia pun sebenarnya terbesit untuk masuk Islam sejak dua tahun lalu.

Namun ia masih ragu terhadap keinginannya untuk menjadi mualaf. Mengingat seluruh keluarganya non muslim.

Lalu suatu ketika ia terbangun dari tidur, tiba-tiba seluruh badannya tidak bisa bergerak dan hanya matanya saja yang terbuka. Dan di atas wajahnya muncul sosok laki-laki berjanggut, wajahnya bersih, kemudian laki-laki itu tersenyum manis kepadanya.

"Anehnya kaki dan tangan saya enggak bisa gerak, (mata) kebuka ada orang jenggotan, putih, bersih banget mukanya. Enggak tahu itu orangnya, enggak bisa digambarin. Dia datang ke saya senyum, pas bangun kepengen baca surat yassin," paparnya.

Nur Adiba pun langsung membuka surat yasin dan membaca arab latin beserta artinya hingga selesai. Saat itu, hatinya mulai benar-benar tergetar, perasaannya pecah dan menangis merasa heran mengapa hal ini terjadi secara tiba-tiba.

Perasaannya bingung karena seperti diberi petunjuk atas semua keresahannya selama ini. Yaitu, tentang keyakinannya dalam beragama.

Padahal Ayahnya adalah seorang pemuka agama lain yang fanatik.

"Saat itu rasanya pecah. Nangis sejadi-jadinya. Lalu saya bilang, Tuhan, saya kenapa? Kok saya didatangi ini? Kenapa? Saya belum siap, kalau saya masuk Islam, bagaimana dengan keluarga saya? ekonomi saya? dan saya enggak kepikiran untuk masuk Islam, tapi ada gambaran," kata perempuan yang memiliki nama asli Frisca Angeli ini.

Akhirnya pada November 2018 ia langsung memutuskan untuk membaca syahadat, ditemani oleh sejumlah teman-temannya yang sekaligus menjadi saksi.

Namun keputusan besarnya ini tidak diketahui oleh kedua orangtuanya, di mana seluruh anggota keluarganya adalah bukan Muslim.

"Harusnya syahadat Februari 2019, tapi diundur jadi 11 november 2018 di Masjid Istiqlal. Enggak mikirin, enggak izin ke orang tua, enggak ada omongan ke keluarga juga. Di situ seminggu kemudian pakai hijab syari. Temen-temen banyak yang ngerangkul," ujarnya.

Walau pada akhirnya, keputusannya menjadi mualaf ini diketahui oleh seluruh keluarganya. Walau ia tahu, bahwa keputusannya ini akan membuat gaduh.

Tapi Nur Adiba pun yakin, bahwa sosok orangtua tidak akan lupa terhadap anaknya begitu saja.

"Papa sudah pasti marah. Sampai kakak saya pun memaki-maki saya dan meminta supaya saya kembali lagi ke agama semula. Tapi saya tidak mau, ini sudah menjadi keputusan. Setelah menjadi mualaf dan memakai hijab, saya merasa derajat sebagai wanita itu lebih dihormati dan lebih terlindungi," jelasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini