Pesan Ulama Kharismatik Betawi Kiai Abdurrahman Nawi kepada Cucu dan Santrinya

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 19 November 2019 00:08 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 18 614 2131407 pesan-ulama-kharismatik-betawi-kiai-abdurrahman-nawi-kepada-cucu-dan-santrinya-cBFIgsMF6O.jpg Kiai Abdurrahman Nawi (Foto: Inst)

Ulama kharismatik Betawi Abuya Kiai Abdurrahman Nawi telah berpulang ke rahmatullah. Beliau wafat pada pukul 13.45 di Rumah Sakit Bakti Yudha Depok, Jawa Barat, Senin (18/11/2019). Beliau akan dimakamkan pada pukul 09.00, Selasa pagi (19/11/2019) di Pesantren Al-Awwabin, Bedahan, Depok.

Sejatinya Pengasuh Pondok Pesantren Al-Awwabin Depok, Kiai Abdurrahman Nawi sering menyampaikan pesan kepada cucu-cucunya agar tidak jauh-jauh dari pesantren agar hidupnya selalu berkah.

 Kiai Abdurrahman Nawi dan santrinya

Pesan almarhum pernah disampaikan kepada salah satu cucunya, Ustadz Mawardi.

“Jangan jauh-jauh dari pesantren kalau ente mau hidup barokah,” pesan Kiai Abdurrahman Nawi kepada Ustadz Mawardi.

“Bisa jadi sejumlah alumni Pesantren Al-Awwabin (santri) juga pernah mendapat pesan serupa atau bahkan mungkin diperoleh dalam forum pengajian. Kepada saya sendiri, beliau juga pernah menyampaikannya,” kata Ustadz Mawardi.

Seperti dilansir NU Online, menurut Ustadz Mawardi, pesan kakeknya ini hanyalah pesan sederhana namun sangat penting.

Pesan utama di balik ungkapan pesantren dan barokah, terang Ustadz Mawardi, pertama kata ‘pesantren’ dan kedua kata ‘barokah.’

"Saya memahami pesantren dalam pesan itu adalah sebuah nilai-nilai takwa, nilai-nilai kesalehan. Pesantren adalah sebuah personifikasi dari nilai-nilai tersebut. Makna di atas tentu saja tidak terlepas dari berbagai praktik, ritual dan rutinitas, yang dilakukan dan dibiasakan di pesantren pada hakikatnya merupakan amaliyah dari ciri-ciri orang yang bertakwa," terang Ustadz Mawardi.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Begitupun dengan keilmuan yang diajarkan di pesantren yang bertujuan mengantarkan seorang santri pada tujuan takwa dan kesalehan.

Di dalam pesantren, ujar Ustadz Mawardi, santri diwajibkan untuk salat berjamaah, puasa sunah, berbagai macam salat sunah muakkad: shalat tahajjud, hajat, duha, dan lain-lain. Begitupula dengan dzikir dan berbagai amalan lainnya. Sebab pada hakikatnya, amaliyah yaumiyyah di pesantren yang bersifat wajib bagi para santri itu merupakan suatu proses internalisasi atau pembatinan nilai-nilai ketakwaan dan kesalehan.

“Dengan demikian, makna penting yang lain dari pesan ‘Jangan jauh-jauh dari pesantren kalau ente mau hidup barokah...,’ artinya adalah agar kita senantiasa berpegang teguh pada nilai-nilai ketakwaan agar hidup kita terhindar dari segala perbuatan dosa yang menjerumuskan ke dalam neraka,” jelas Mawardi.

Seperti diketahui Kiai Abdurrahman Nawi dilahirkan di di Tebet Melayu besar Jakarta Selatan pada Jumat bulan Safar 1354 H bertepatan dengan tahun 1933 M. Ayahnya bernama H Nawi bin Su’id. Sedangkan ibunya bernama ‘Ainin binti Rudin.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya