Sertifikasi Pernikahan Tak Boleh Jadi Beban bagi Calon Pengantin

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 20 November 2019 04:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 19 614 2131898 sertifikasi-pernikahan-tak-boleh-jadi-beban-bagi-calon-pengantin-EDBOPQJsqA.jpg Sertifikasi pernikahan (Foto: Hiveminer)

Pemerintah berencana melakukan sertifikasi pernikahan guna meningkatkan ketahanan keluarga. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Kemanusiaan dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mensyaratkan sertifikat pernikahan untuk calon pengantin pada 2020.

Anggota DPD RI Fahira Idris mengatakan, sertifikasi pernikahan salah satu tujuannya memperkuat ketahanan keluarga Indonesia. Oleh karena itu dalam prosesnya harus diformulasikan agar jadi program yang bermanfaat untuk diikuti oleh calon pengantin.

 menikah

“Program ini inisiatif yang baik. Namun tidak boleh memberatkan atau menjadi beban bagi calon pengantin. Bahkan sebisa mungkin dijadikan program yang tidak hanya bermanfaat tetapi juga menyenangkan karena calon pengantin mendapat banyak ilmu dan bekal membangun rumah tangga dari program ini,” kata Fahira dalam keterangan persnya, Rabu (20/11/2019).

Program ini, terang Fahira, harus diarahkan untuk menyebarkan kasadaran kepada calon pengantin, bahwa institusi keluarga itu adalah bagian penting dari ketahanan nasional sebuah bangsa. Oleh karena itu sebelum membangun keluarga bukan hanya harus siap fisik dan mental tetapi juga harus berilmu.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Program sertifikasi pernikahan, kata Fahira, selain memberi pembekalan mengenai ekonomi kerumahtanggaan, kesehatan, kesehatan reproduksi, diharapkan juga memberi pemahaman terkait berbagai ancaman yang sedang menggempur sendi-sendi ketahanan keluarga saat ini.

Keluarga harus mampu memenuhi kebutuhan dasar keluarga yaitu ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Mereka juga harus mempunyai bekal untuk menghadapi tantangan antara lain bahaya miras, narkoba, pornografi, dan kekerasan terhadap anak.

“Sekali lagi saya berharap formulasi program sertifikasi pernikahan benar-benar diarahkan sebagai salah satu cara untuk memperkuat ketahanan keluarga Indonesia. Sebuah negara akan menjadi kuat dan mempunyai masa depan yang gemilang jika keluarga-keluarga yang ada di dalamnya juga mempunyai ketahanan yang tangguh," ujar Fahira.

Sejatinya sertifikasi pernikahan tak boleh menjadi beban bagicalon pengantin sebab pernikahan merupakan ibadah.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya