Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Saudah, Istri Rasulullah yang Bermimpi Bulan Jatuh dari Langit

Suherni , Jurnalis-Jum'at, 22 November 2019 |13:43 WIB
Mengenal Saudah, Istri Rasulullah yang Bermimpi Bulan Jatuh dari Langit
Bermimpi bulan jatuh (Foto: Dawood Bohras)
A
A
A

Saudah menyadari bahwa Rasulllah tidaklah menikahi dirinya, kecuali karena kasihan kepadanya setelah ditinggal oleh mendiang suaminya.

Saudah melihat hal itu dengan jelas ketika Rasulullah hendak menceraikannya secara baik-baik untuk membebaskannya dari situasi yang beliau rasa melukai hati Saudah.

Ketika Rasulullah menyatakan niat untuk menceraikannya Saudah merasa dada laksana terimpit hingga ia pun berbisik, “Pertahankanlah aku wahai Rasulullah. Demi Allah, aku tidaklah berambisi untuk memiliki suami, tetapi aku berharap bahwa saat Allah membangkitkanku pada hari Kiamat nanti, aku bangkit sebagai istrimu.”

Rasulullah memandang Saudah dengan iba dan penuh belas kasih. Sejenak, beliau terdiam hingga Saudah kembali berbicara dengan kata-katanya yang bersedu-sedu, “Pertahankanlah aku wahai Rasulullah! Aku rela memberikan malam giliranku kepada Aisyah. Sungguh aku tak menginginkan lagi apa yang diinginkan oleh para wanita.”

Rasulullah mengabulkan pemintaan Saudah yang memiliki perasaan yang peka itu. Selanjutnya, Allah SWT berfirman,

Surat An-Nisa' Ayat 128

وَإِنِ امْرَأَةٌ خَافَتْ مِنْ بَعْلِهَا نُشُوزًا أَوْ إِعْرَاضًا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا أَنْ يُصْلِحَا بَيْنَهُمَا صُلْحًا ۚ وَالصُّلْحُ خَيْرٌ ۗ وَأُحْضِرَتِ الْأَنْفُسُ الشُّحَّ ۚ وَإِنْ تُحْسِنُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

Artinya: Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. Dan jika kamu bergaul dengan isterimu secara baik dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap tak acuh), maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Akhirnya Saudah tetap tinggal di tengah keluarga Nabi dengan ridha, tenang, dan bersyukur kepada Allah yang telah mengilhamkan kepadanya kata-kata yang bisa diterima oleh Rasulullah agar dirinya tetap bersama makhluk Allah terbaik ini di dunia, sebagai ibu bagi kaum Mukminin dan istri Rasulullah di surga kelak.

Dalam keheningan malam, Saudah pun terbangun dalam ruangannya, menunaikan salat, dan bersyukur kepada Allah. Sementara hatinya penuh dengan keridhaan dan iman.

Saudah wafat pada ujung masa kekhalifahan Umar ibn Khaththab. Sementara itu, Ummul Mukminin Aisyah selalu mengenang perilaku dan pengaruh Saudah dengan penuh kejujuran.

Aisyah mengatakan, “Tidak ada wanita yang aku lebih ingin meniru perilakunya selain Saudah binti Zum’ah.

Pada saat sudah renta, ia berkata kepada Rasulullah: "Wahai Rasulullah, aku berikan hariku darimu untuk Aisyah. Akan tetapi, ia memiliki sifat yang keras.”

(Dyah Ratna Meta Novia)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement