Share

Saat Kiai Abdul Karim Minta Didoakan agar Diakui Jadi Santri Syaikhona Kholil

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 26 November 2019 20:19 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 26 614 2134674 saat-kiai-abdul-karim-minta-didoakan-agar-diakui-jadi-santri-syaikhona-kholil-72eKvPDMIk.jpg Syaikhona Kholil ulama terkenal di Jawa Timur (Foto: Inst)

Syaikhona Kholil al-Bangkalani atau Kiai Kholil (1820-1923 M) merupakan seorang ulama kharismatik dari Pulau Madura, Jawa Timur. Beliau merupakan guru pendiri Nahdatul Ulama (NU) KH Hasyim Asyari juga guru para kiai lainnya.

Syaikhona Kholil yang merupakan ulama dengan banyak karomah juga memiliki santri bernama Kiai Abdul Karim. Bahkan menjelang kematiannya Kiai Abdul Karim sampai menangis karena ingat Syaikhona Kholil.

 Kiai Abdul Karim

Sejatinya Kiai Abdul Karim yang akrab disapa Mbah Manab merupakan pendiri Pondok Pesantren Lirboyo. Beliau dilahirkan di Dusun Banar, Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Magelang pada tahun 1856. Beliau berguru pada Syaikhona Kholil untuk menimba ilmu agama.

Suatu ketika, tiga atau empat hari sebelum wafat, Kiai Abdul Karim terbaring sakit di tempat tidur ditunggui oleh putri-putrinya.

Sambil menangis beliau mengatakan, “Dongakno yo! Mugo-mugo aku mbesuk neng kono diakoni dadi santrine Mbah Kholil.” (Artinya, Doakan ya! Semoga saya kelak di sana diakui menjadi santrinya Mbah Kholil).

Permintaan doa ini sangat mengherankan banyak orang kala itu. Biasanya permintaan seseorang sebelum meninggal adalah minta didoakan agar husnul khotimah, diampuni dosanya atau masuk surga.

Tapi ini tidak, Kiai Abdul Karim justru meminta didoakan supaya diakui sebagai santri dari guru beliau, Syaikhona Kholil Bangkalan. Itupun disampaikan sambil menangis.

Ini merupakan bukti bahwa hal itu adalah sesuatu yang tidak main-main dan sangat penting untuk diungkapkan. Apa sebenarnya maksud dari permintaan doa itu? Jawabanya adalah dhawuh beliau setelahnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

“Tanpo aku diakoni santrine Mbah Kholil, aku gak iso mlebu swargo.” (Artinya, Tanpa saya diakui santrinya Mbah Kholil, saya tidak bisa masuk surga).

Ini adalah sikap tawadlu yang luar biasa. Kiai Abdul Karim tidak merasa dirinya mempunyai amal yang mampu mengantarkan beliau masuk surga.

Beliau tidak percaya diri dengan amal ibadah yang dilakukan semasa hidup. Harapan masuk surga hanya dengan mendapatkan pengakuan santri dari gurunya yang masyhur sebagai wali Allah.

Kiai Abdul Karim berharap Kiai Kholil bisa memberikan syafaat kepada beliau agar bisa masuk surga.

Seperti dilansir dari website Pondok Pesantren Lirboyo, kisah ini disarikan dari ceramah KH. Abdul Aziz Manshur saat khataman kitab Jauharul Maknun.

 

Redaksi Okezone menerima foto atau tulisan pembaca berupa artikel tausyiah, kajian Islam, kisah Islam, cerita hijrah, kisah mualaf, event Islam, pengalaman pribadi seputar Islam, dan lain-lain yang berkaitan dengan Muslim. Dengan catatan foto atau artikel tersebut tidak pernah dimuat media lain. Jika berminat, kirim ke redaksi.okezone@mncgroup.com, cc okezone.lifestyle2017@gmail.com.

 

 

 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini