Luis Lopez, 41 tahun, seorang sopir truk dan mantan petinju profesional dari North Bergen berusaha melawan perasaan groginya saat berjalan menuju pusat ibadah di Union City dengan putranya Luis, 21 tahun. Bersama, mereka berdua mengucap kalimat syahadat sebagai syarat sah ketika seseorang ingin memeluk Islam dan menjadi mualaf.
"Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah," kata Lopez dan putranya mengucapkan kalimat syahadat di sebuah masjid yang dulu merupakan rumah bagi komunitas Kuba di Amerika Serikat. Akhirnya mereka berdua resmi menjadi mualaf.

Seperti dilansir USA Today beberapa waktu lalu, setelah ia resmi masuk Islam, Lopez merasakan adanya kedamaian di dalam jiwanya.
Ini berbeda dengan suasana 22 tahun lalu di mana ia hidup di tengah-tengah kelompok geng yang membuatnya hidupnya kacau dan berantakan.
Bahkan saat menjadi anggota geng ia kehilangan arah hidupnya. Ia juga semakin jauh dari Tuhan.
Namun ia punya sahabat seorang muslim. Bahkan sahabatnya meyakinkan dia bahwa dia pasti diterima jika mau masuk Islam dan datang ke masjid.
"Mereka mengatakan kepadaku, datanglah ke masjid. Kamu akan diterima dengan baik," ujar Lopez.
Ternyata itu merupakan sebuah kebenaran. Lopez diterima dengan baik di masjid. Komunitas muslim juga menerima kehadirannya dan putranya