Ibnu Sa'd dalam Thabaqat al-Kubra menuturkan bahwa suatu hari, Ummul Fadhal mengalami sebuah mimpi yang sangat aneh. Karena itu, ia pergi menghadap Rasulullah dan menceritakan mimpinya setelah sekian lama ia ragu untuk menceritakan mimpi tersebut.
Ummul Fadhal berkata, "Wahai Rasulullah, aku bermimpi seolah salah satu anggota tubuhmu ada di rumahku."
Rasulullah menjawab, "Engkau telah mengalami mimpi baik. Fathimah akan melahirkan seorang putra dan engkau akan menyusuinya bersama anakmu, Qatsam."
Ummul Fadhal membawa pulang kabar gembira dan agung dari Rasulullah itu. Tidak lama kemudian, Fathimah az-Zahra melahirkan Hasan ibn Ali r.a. Selanjutnya, Ummul Fadhal mengambil dan menyusui anak tersebut. Terbuktilah mimpi yang ia alami dan kabar gembira yang disampaikan Rasulullah kepadanya.
Ummul Fadhal menceritakan, "Aku datang membawa Hasan kepada Rasulullah. Beliau segera menyambut dan menciumnya. Tiba-tiba Hasan mengencingi Rasulullah maka beliau pun bersabda: 'Wahai Ummul Fadhal, peganglah cucuku karena ia telah mengencingiku.'
Aku mencubit Hasan hingga menangis dan aku katakan: 'Engkau telah menyakiti Rasulullah dengan mengencingi beliau.' Saat Hasan menangis, Rasulullah menegurku: 'Wahai Ummul Fadhal, engkau telah menyakiti putraku dan membuatnya menangis.' Selanjutnya, Rasulullah meminta air lalu memercikkannya pada bekas air kencing tersebut.
Setelah itu, beliau bersabda: 'Jika bayi laki-laki, percikanlah dan jika wanita, basuhlah'."
Dalam riwayat lain menyatakan bahwa Ummul Fadhal mengatakan kepada Rasulullah, "Lepaslah kainmu dan pakailah yang lain agar aku mencucinya." Rasulullah menjawab, "Yang dicuci hanyalah bekas kencing bayi wanita, sedangkan kencing bayi-bayi laki-laki cukup dipercikan (air)."