Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Ummul Fadhal, Istri Paman Rasulullah yang Pemberani

Suherni , Jurnalis-Jum'at, 20 Desember 2019 |12:34 WIB
Mengenal Ummul Fadhal, Istri Paman Rasulullah yang Pemberani
Perempuan berjuang di padang pasir (Foto: Pond5)
A
A
A

Salah satu di antara bentuk anugerah dan kemurahan Allah kepada Ummul Fadhal adalah sebagaimana yang diriwayatkan dari Zaid ibn Ali ibn Husain bahwa ia menceritakan, "Rasulullah tidak pernah meletakkan kepala beliau di pangkuan seorang wanita yang tidak halal bagi beliau sesudah menjadi nabi, kecuali Ummul Fadhal. Ia pernah menyisir dan mencari kutu di kepala beliau yang ketika itu berada dalam pangkuanya.

Suatu hari, ketika ia sedang menyisir rambut beliau, air matanya jatuh menimpa pipi Rasulullah. Beliau pun bangkit dan bertanya: 'Ada apa denganmu?'

Ummul Fadhal menjawab: 'Sesungguhnya, Allah telah memberitahukan akan kepergianmu. Karena itu, tidakkah engkau mewasiatkan orang sesudahmu jika persoalan ada pada kami atau selain kami.'

Rasulullah bersabda: 'Setelah aku tiada, kalian akan menjadi kaum yang tertindas dan lemah'."

Di samping berbagai jejak agung dalam kehidupan sahabat wanita yang mulia ini, Ummul Fadhal, ia juga banyak mendengar hadis dari Rasulullah hingga meriwayatkan hampir tiga puluh hadist dari beliau.

Beberapa di antara orang yang meriwayatkan hadist Nabi darinya adalah Abdullah ibn Abbas, putranya, Tammam, budak Ummul Fadhal, Anas ibn Malik, dan sejumlah sahabat lainnya.

Sang sahabat wanita nan mulia, Ummul Fadhal, wafat pada masa kekhalifahan Utsman ibn Affan r.a. Sepanjang hidupnya ia telah menjadi contoh soosok seorang ibu yang salehah, beriman, dan pemberani.

Jenazahnya dishalatkan oleh suaminya, Abbas, dan para sahabat yang mulia lainnya. Setelah itu, jenazahnya diiring menuju tempat peristirahatan terakhir dengan ridha dan diridhai.

Semoga Allah meridhainya, membuatnya ridha, dan menempatkannya dalam surga-Nya yang luas dan abadi. Surga yang telah dikabarkan oleh Rasulullah kepadanya saat bersabda, "Sesungguhnya mereka itu sungguh-sungguh merupakan para wanita beriman."

Kisah ini dikuti dari Biografi 39 Tokoh Wanita Pengukir Sejarah Islam, karya Dr. Bassam Muhammad Hamami.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement