Subhanallah, Seorang Pria Taiwan Bersyahadat di Haul Gus Dur

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Rabu 01 Januari 2020 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 01 614 2148159 subhanallah-seorang-pria-taiwan-bersyahadat-di-haul-gus-dur-3lxr9fyNnq.jpg Sumber Foto: Nu Online

UMAT Muslim di Taiwan menggelar haul ke-10 atau peringatan satu dekade meninggalnya tokoh Nahdatul Ulama (NU) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) beberapa waktu lalu. Di sela acara tersebut seorang pria Taiwan memutuskan masuk Islam atau jadi mualaf.

Pria yang merupakan warga negara Taiwan itu yakni Jung Cheng Yuan. Ia mengucapkan syahadat sebagai syarat jadi mualaf, atas bimbingan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj di sela acara Haul ke-10 KH Gus Dur dan Pelantikan PCI Muslimat NU Taiwan, pada Minggu 29 Desember 2019.

Adapun yang menjadi saksi pada prosesi sakral tersebut ialah Rais Syriyah PCINU Taiwan Agus Susanto dan Ketua Tanfidziyah PCINU Taiwan Arif Wahyudi. Setelah Juan secara resmi menjadi Muslim, Kiai Said lantas memberi nama baru, yakni Muhammad Yusuf.

“Sekarang namanya yang tadinya Jung Cheng Yuan diganti menjadi Muhammad Yusuf. Biar gantengnya seperti Nabi Yusuf,” kata Kiai Said disambut tepuk tangan hadirin.

Sebelumnya, Kiai Said menjelaskan kepada Muhammad Yusuf bahwa Islam merupakan agama yang ajarannya mudah untuk dilaksanakan. Setidaknya, menjadi Muslim ialah harus percaya bahwa tidak ada Tuhan yang pantas untuk disembah kecuali Allah SWT dan mempercayai bahwa Nabi Muhammad merupakan utusan Allah. “Itulah agama Islam. Gampang,” kata Said.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Selain itu, Pengasuh Pesantren Luhur Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan, ini menyatakan bahwa agama Islam memiliki kitab suci bernama Alquran yang telah berusia belasan abad. Tapi hingga kini, sambungnya, Alquran tetap asli dan tidak ada perubahan sedikit pun.

Pada kesempatan lain, Kiai Said menuturkan bahwa keaslian Alquran karena selalu terjaga oleh umat Islam yang menghafalkannya. Sehingga, jika terdapat kesalahan cetak di dalamnya, maka akan segera diketahui.

Ia juga menegaskan bahwa di mana pun ajaran Islam sama. Rukun Islamnya sama, yakni ada lima: mengirarkan syadahat, mendirikan salat, berpuasa, menunaikan zakat, dan haji bagi yang mampu. Begitu juga rukun imannya ada enam yang meliputi iman kepada Allah, iman kepada malaikat, iman kepada kitab-kitab Allah, iman kepada Rasul Allah, iman kepada hari akhir, dan iman kepada takdir (qada dan qadar) Allah. "Tidak ada agama lain selain Islam yang seperti itu," ucapnya seperti dikutip dari laman resmi Nahdatul Ulama (NU Online) pada Rabu (1/1/2010).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini