SESAMA umat Islam patut berbangga dengan Sumbul Siddiqui. Karena ia menjadi perempuan muslim pertama yang ditunjuk menjadi wali kota Cambridge, Amerika.
Dilansir dari Aboutislam, Sumbul Siddiqui bisa menjadi pemimpin Cambridge karena dipilih oleh dewan kota tersebut pada Senin 6 Januari 2020. Setelah dilantik, perempuan muslim tersebut ingin selalu terbuka untuk berdiskusi dengan siapa saja. Bahkan Sumbul Siddiqui siap menyajikan minuman seperti kopi dan soda, sebagai hidangan para tamu yang datang untuk berdiskusi.

“Pintu saya akan selalu terbuka dan kantor saya penuh dengan kopi dan seltzer. Karena pada akhirnya kami saling membutuhkan, kami saling membutuhkan untuk menyelesaikan sesuatu," kata perempuan muslim itu.
Kemudian ia berkomitmen pada kesetaraan, inklusivitas dan mengutamakan orang lain. Dia selalu mengupayakan hal itu selama dua tahun ke depan, saat ia menjabat sebagai wali kota Cambridge.
Sumbul Siddiqui juga siap menghadapi tantangan dan masalah selama masa jabatannya itu. Sebab wali kota tidak hanya berfungsi sebagai pemimpin politik dan masyarakat saja, namun juga memiliki fungsi sebagai ketua dari dewan kota dan komite sekolah. Cambridge juga memiliki manajer kota yang mengawasi.
“Sebagai wali kota, saya berkomitmen untuk memimpin dewan ini saat kita melihat ke depan pada dekade baru. Kami akan bangkit untuk menghadapi tantangan yang dihadapi warga," tuturnya.
Selama masa jabatannya, Sumbul Siddiqui berupaya menciptakan perumahan yang lebih terjangkau dan peluang ekonomi. Ia juga akan mencegah rasisme di kalangan masyarakat.
Sumbul Siddiqui menambahkan, ia tidak hanya berkonsentrasi pada pesoalan-persoalan yang disebutkan di atas saja, tapi juga permasalahan yang ada. Hanya saja persoalan di atas seperti kesenjangan sosial hingga rasisme, menjadi tantangan tersendiri untuk dirinya.
“Pada saat yang sama, kami akan tetap terlibat dengan isu-isu regional seperti ketahanan iklim dan investasi dalam infrastruktur publik kami,” tambahnya.
Tidak hanya Sumbul Siddiqui, menurut sebuah laporan tentang muslim di Amerika sejak tahun 2016 hingga 2019, ada sekira 138 Muslim yang memenangkan pemilihan di seluruh negeri.
Misalnya, Zulfat Suara membuat sejarah, setelah menjadi muslim pertama yang terpilih untuk kursi di Nashville. Juga pada tahun 2018, Ilhan Omar membuat sejarah sebagai anggota Kongres Amerika pertama dan menggunakan jilbab di Amerika Serikat.
Selain itu Rashida Tlaib, seorang anggota Kongres Palestina-Amerika, membuat sejarah sebagai perwakilan dari distrik kongres ke-13 Michigan. Movita Johnson-Harrell membuat sejarah Maret 2019, setelah memenangkan pemilihan khusus, yang diperebutkan untuk kursi Distrik 190 menjadi perempuan muslim pertama, yang terpilih sebagai wakil negara di Pennsylvania.
(Dewi Kurniasari)