nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sains dalam Alquran, Bawang Merah sebagai Obat

Annisa Ratna Setiawati, Jurnalis · Jum'at 17 Januari 2020 01:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 16 614 2153747 sains-dalam-alquran-bawang-merah-sebagai-obat-tuefBPZFmB.jpg Ilustrasi. Foto: Shutterstock

ALLAH berfirman, “Agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya.” (Al-Baqarah: 61).

Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang memakannya (bawang merah dan bawang putih), maka hendaknya ia menyempurnakan (proses) memasaknya.” (HR. Abu Dawud). Aisyah berkata, “Makanan terakhir yang disantap Rasulullah mengandung bawang merah di dalamnya.” (HR. Abu Dawud).

Dr Nadiah Thayyarah dalam buku yang berujudul Buki Pintar Sains dalam Alquran Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah halaman, menyebutkan di beberapa belahan dunia dan fase sejarah, bawang merah dikenal memiliki keistimewaan sebagai obat.

Para Firaun Mesir kuno sangat memperhatikan pentingnya bawang merah. Mereka mengandalkannya sebagai bahan masakan, menjadikan sebutan dalam sumpah mereka, bahkan nyaris saja mengultuskannya.

Hal itu dibuktikan dengan banyaknya rekaman kisah yang ditulis di atas daun lontar dan dinding kuil ritual mereka. Para Firaun juga meletakkan bawang bersama jasad mumi raja sebagai tanda untuk bernapas saat sang raja dibangkitkan kembali.

Para tabib Mesir kuno juga kerap meresepkan bawang merah sebagai obat untuk memperlancar air seni, memperbaiki gizi dan nafsu makan. Bahkan, dalam bahasa Mesir kuno, kata “tempat ibadah” dikaitkan dengan “bawang” dan berderivasi menjadi kata “bahsal” (bawang merah) dalam bahasa arab.

Menurut bukti tertulis, tumbuhan bawang ditemukan terdapat dekat jasad mumi Firaun Ebriz, sejak masa 150 tahun SM. Para arkeolog pun menemukan dua butir bawang merah dekat jasad mumi Firaun Ramses III; satu butir ditemukan di rongga mata dan satu butir lagi di bawah ketiak kiri.

Pada masa itu, bawang merah adalah salah satu unsur dalam menu makan harian para pekerja bangunan agar mereka sehat dan kuat membangun piramida. Di Yunani pun bawang merah mendapat tempat dalam budaya masyarakat. Para dokter Yunani kerap menggunakan bawang merah dan menjadikannya resep obat untuk pasien.

Kedokteran modern pun menegaskan kebenaran pendapat para dokter kuno. Lebih dari itu, banyak manfaat dan keistimewaan bawang merah yang kini baru terungkap dan dibahas secara lebih luas, daripada apa yang pernah beredar di kalangan dokter kuno.

Dalam dunia medis modern, bawang merah termasuk kelompok antivirus alami. Seperti halnya bawang putih, bawang merah mengandung zat alisin yang dikenal bermanfaat untuk menurunkan kolesterol dan tekanan darah tinggi akibat penyempitan pembuluh nadi. Namun, kandungan alisin bawang merah lebih rendah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini