nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sabar Balasannya Kemuliaan, Ini Penjelasannya

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Sabtu 18 Januari 2020 14:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 17 330 2154191 sabar-balasannya-kemuliaan-ini-penjelasannya-VS0jmMVHos.jpg Ilustrasi. Foto: Spectator

SYEKH Abu Abdullah Muhammad bin Shiddiq Al Ghumari Al Hasani menulis kitab berjudul Al Washiyyah Ash Shiddiqiyah yang berisikan pesan-pesan sufistik terutama bagi salik penempuh jalan kesufian. Pakar hadis asal Tangier Maroko ini mengingatkan supaya setiap Muslim sabar, “agar tidak membalas perlakuan buruk (kejahatan) orang lain kepadamu”.

Dilansir dari laman Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyyah (JATMAN) pada Jumat (17/1/2020), anaknya, Syekh Abdul Aziz Al Ghumari yang juga pakar hadis kemudian menjelaskan dalam kitab Al Anwar Al Qudsiyah, bahwa jika tidak membalas perlakuan buruk orang lain, maka akan mendapat kemuliaan.

Hal tersebut sebagaimana dalam firman Allah SWT, “Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang mulia.” (QS. Asy Syura: 43).

Jadi, jika seorang Muslim sabar dan memaafkan serta tidak membalas keburukan orang lain, maka Muslim tersebut sejatinya telah meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Raihlah keluhuran di sisi Allah SWT, saat kamu bersikap lembut kepada orang yang berbuat buruk kepadamu, dan memberi orang yang kikir kepadamu.” (HR. Ibnu ‘Adiy dari Ibnu Umar).

Bukan hanya itu, Allah juga memuji hambanya tatkala mampu menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain. Ini artinya seorang Muslim bisa menjadi pribadi kecintaan-Nya. Sebagaimana disebutkan dalam surah Ali Imran ayat 134.

الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاء وَالضَّرَّاء وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ ﴿١٣٤﴾

3/Ali 'Imran-134: Allatheena yunfiqoona fee alssarrai waalddarrai waalkathimeena alghaytha waalAAafeena AAani alnnasi waAllahu yuhibbu almuhsineena

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini