nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Langkah Baru, Arab Saudi Izinkan Pusat Perbelanjaan Buka 24 Jam

Mas Haidar, Jurnalis · Rabu 22 Januari 2020 12:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 22 614 2156558 langkah-baru-arab-saudi-izinkan-pusat-perbelanjaan-buka-24-jam-ZNbD6mjsrI.jpg Pusat perbelanjaan buka 24 jam (Foto: Step Feed)

Arab Saudi baru-baru ini mengumumkan akan memperbolehkan kegiatan komersial seperti pusat perbelanjaan, restoran, dan toko baju buka selama 24 jam. Sebuah kebijakan sensitif dari Kerajaan Saudi yang dikenal konservatif.

Selama ini kegiatan komersial di Arab Saudi selalu tutup sementara jika azan berkumandang dan tutup sehari penuh pada Hari Jumat. Mobil-mobil akan sabar mengantre di SPBU, apotek ditutup, restoran dan supermarket juga ditutup saat azan sehingga para pengunjungnya dipaksa untuk menunggu di luar dengan sabar.

 Toko tutup untuk salat

Dilansir dari Arab News beberapa waktu lalu, pengumuman diperbolehkannya kegiatan komersial 24 jam ini mengejutkan. Bahkan menjadi topik yang tangah hangat didiskusi oleh masyarakat Arab Saudi. Dari anggota Dewan Syura, pengusaha, hingga warga negara biasa membahas masalah ini.

Peraturan yang baru ini memiliki berbagai respons pro dan kontra dari sejumlah warganya. Anggota Dewan Syura Arab Saudi, Issa Al-Ghaith sudah membahas masalah ini beberapa kali.

“Tidak ada dasar hukum untuk menutup toko untuk salat, tidak dalam syariah atau dalam hukum, "kata Al-Ghaith.

Namun di sisi lain, sejumlah karyawan toko yang kebanyakan bekerja di pusat perbelanjaan terbesar di Jeddah menceritakan tentang manfaat menutup toko selama waktu salat.

Manfaat toko tutup saat waktu salat

"Kekacauan yang ditinggalkan pelanggan terlalu banyak untuk ditangani selama jam buka toko sehingga kami merapikan toko saat toko tutup untuk ibadah salat. Banyak orang menilai kami hanya santai-santai saja saat toko tutup,tapi sesungguhnya kami mengatur ulang toko, membersihkan, dan mengatur pakaian di rak-rak," ujar karyawan perempuan di sebuah toko.

“Saya setuju dengan teman saya. Sejatinya kami tidak keberatan dengan jam penutupan toko saat azan karena semuanya menjadi sangat sibuk terutama pada hari libur orang-orang datang menyerbu toko," ujar seorang karyawan perempuan lainnya.

Jadi, lanjut karyawan perempuan tersebut, kami kadang-kadang mengambil kesempatan untuk beristirahat dalam keheningan sebelum menyelesaikan hal yang perlu dilakukan selama waktu itu.

"Kami memahami frustrasi orang ketika toko tutup sementara. Namun di sisi lain, penutupan toko saat azan justru membantu kami," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini