Soedirman memimpin peperangan yang disebut perang gerilya. Sungguh, taktik yang luar biasa sehingga Belanda pada masa itu dapat dikalahkan.
Padahal kondisi fisik Soedirman yang terserang penyakit TBC, tidak membuatnya mundur dan lengah akan musuh. Justru, dalam keadaan seperti itu, Soedirman semakin kuat dengan dukungan rakyat dan ketaatannya pada agama. Hingga berakhirnya lewat perang gerilya, Belanda pun diusir dari Indonesia.
Sayangnya, kemerdekaan yang telah dicapai Soedirman ini tidak lama dinikmati, karena Soedirman kalah bertarung dengan penyakit yang di deritanya, TBC.
Jenderal Soedirman yang hebat pun wafat pada 29 Januari 1950 pada umur 34 tahun. Soedirman tidak hanya dikenang sebagai Jenderal, ibarat seorang kiai, yang tiap kata-katanya dipatuhi oleh rakyatnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)