Khotbah Jumat di Masjid Al-Akbar, Ini Pesan Mahfud MD

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 31 Januari 2020 14:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 31 330 2161253 khotbah-jumat-di-masjid-al-akbar-ini-pesan-mahfud-md-Qkrwvg4vAU.jpg Mahfud MD Khotbah Jumat di Masjid Al-Akbar

SURABAYA - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polhukam RI) Mahfud MD hari ini, didaulat sebagai khatib Salat Jumat di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Jawa Timur.

Dalam khotbahnya Mahfud MD menyampaikan bahwa manusia dituntut untuk selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Salah satu aspek ketakwaan adalah memperjuangkan dan menegakkan keadilan. “Jangan sampai kebencian kepada suatu kelompok membuat kita tidak adil terhadapnya,” ujarnya melalui siaran pers yang diterima Okezone, Jumat (31/1/2020).

Mahfud MD melanjutkan bahwa Keadilan merupakan pondasi tegaknya negara. Apabila pemerintah dan rakyat berlaku tidak adil, maka tunggulah saat kehancuran sebuah negara.

Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa hancurnya bangsa-bangsa dan negara-negara besar sebelum Islam adalah karena ketidakadilan, dimana hukum hanya ditegakkan terhadap orang lemah sedangkan terhadap orang kuat sama sekali tidak tegak.

Nabi Muhammad SAW juga bersabda bahwa demi tegaknya negara dan bangsa, andai Fatimah mencuri maka akan dipotong tangannya. Fathimah adalah puteri kesayangan Nabi Muhammad SAW.

Mantan Menteri Pertahanan RI era Gusdur ini kemudian menyampaikan proses hancurnya sebuah negara, awalnya terjadi disorientasi hukum, setelah itu terjadi distrust atau ketidakpercayaan rakyat kepada pemerintah dan pemerintah kepada rakyat.

Selanjutnya terjadi disobidience alias ketidakpatuhan rakyat kepada pemerintah, dan terakhir terjadilah disintegrasi, hancurnya sebuah negara.

"Tegakkan hukum secara adil, sebab hukum yang tidak ditegakkan secara adil disebut hukum jahiliyah," tegas cendikiawan NU ini.

Turut hadir dalam kegiatan Salat Jumat di Masjid Nasional Al-Akbar adalah Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto, sesepuh PMII Jawa Timur Prof Dr KH Ridlwan Nasir, Bendum IKA PMII Jawa Timur Firman Syah Ali, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekdaprov Jatim Ardo Sahak serta Wakil Ketua PWNU Jatim Muhammad Qoderi MT.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini