Bagaimana Hukum Menyusui Bayi di Tempat Umum?

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 05 Februari 2020 10:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 05 330 2163573 bagaimana-hukum-menyusui-bayi-di-tempat-umum-n8HQuMTbjy.jpg Ibu terkadang menyusui anak di ruang publik (Foto: Babyi Centre)

Artinya menyusui anak di tempat umum, di depan khalayak ramai bisa saja dalam kategori darurat. Misalkan kalau sampai tidak menyusui bayi akan terus menerus menangis sehingga akan mengganggu orang-orang di sekitarnya. Maka dalam situasi seperti ini, si ibu boleh-boleh saja menyusui sang anak.

Tetapi menurut az-Zarqa’, kasus ini bisa masuk dalam kategori hajat yang hanya sekadar menuntut kemudahan sama seperti aurat untuk kepentingan mandi, membuang air kecil dan besar serta berhias. Dalam konteks ini, menampakkan payudaranya untuk menyusui anak adalah diperbolehkan selama ia tidak dilihat oleh orang lain (ajnabiy).

Adapun titik keharaman melihat aurat perempuan adalah adanya kekhawatiran akan terjadi fitnah. Baik kekhawatiran itu jarang terjadi atau sering terjadi. Standarisasi kekhawatiran adalah kekhawatiran adanya dorongan terhadap diri seseorang untuk menyentuh atau berkhalwat berdua-duaan dengan perempuan tersebut.

Seperti dilansir dari website Pondok Pesantren Tebuireng, kesimpulannya, untuk ibu-ibu yang menyusui sang buah hati, hendaknya menjaga diri dengan semaksimal mungkin auratnya agar tidak kelihatan oleh siapapun di tempat umum. Caranya adalah dengan menggunakan busana yang bisa menutupi payudara dari pandangan orang lain. Sang ibu dianjurkan untuk menyediakan DOT sebagai asi alternatif.

Begitupun dengan kaum adam, menjaga pandangan adalah sikap terbaik yang harus lakukan. Jika pun sudah terpaksa melihat sebaiknya segera memalingkan diri. Sebab pencegahan adalah lebih baik daripada menghilangkan. Wallahu a’lam.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(DRM)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini