Ketika mendapatkan panggilan wawancara kerja tentunya itu sangat membahagiakan. Namun ada kalanya ketika menghadapi pewawancara, rasa khawatir tidak lolos muncul begitu saja.
Untuk menghadapi kondisi seperti ini, seorang Muslim dianjurkan berdoa terlebih dulu kepada Allah SWT sebelum menghadapi wawancara kerja. Selain itu bisa juga diatas dengan melaksanakan amalan suna seperti salat hajat, salat dhuha, dan puasa sunah.
Lalu bagaimana dengan bacaan doanya sendiri? Lalu bagaimana dengan bacaan doa sebelum wawancara kerja? Ketua Ikatan Sarjana Quran Hadist Indonesia Ustadz Fauzan Amin membagikan doanya agar lolos seleksi pada tahap wawancara tersebut.
"Doa berikut ini umum dibaca di sekolah-sekolah agama dan pesantren. Ini doa Nabi Musa sebelum mendatangi Firaun,” ujarnya kepada Okezone beberapa waktu lalu. Redaksi doanya yaitu:
رب زدنى علما وارزقنى فهما واحلل عقدة من لسانى يفقهوا قولى
Artinya: "Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku" (QS. Thoha: 25-28).
Sementara itu dikutip dari situs NU Online, terdapat doa dari Rasulullah SAW yang diriwayatkna olah Imam At Tirmidzi, bisa dibaca bagi orang yang sedang memiliki harapan atau keinginan, yaitu:
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لَا تَدَعْ لِيْ ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضىً إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Lâ ilâha illallâhul halîmul karîm. Subhânallâhi rabbil ‘arsyil karîmil ‘azhîm. Alhamdulillâhi rabbil ‘âlamîn. As’aluka mûjibâti rahmatik, wa ‘azâ’ima maghfiratik, wal ghanîmata min kulli birrin, was salâmata min kulli itsmin. La tada‘ lî dzanban illâ ghafartah, wa lâ hamman illâ farrajtah, wa lâ hâjatan hiya laka ridhan illâ qadhaitahâ ya arhamar râhimîn.
Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah yang maha lembut dan maha mulia. Maha suci Allah, penjaga Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Aku mohon kepada-Mu bimbingan amal sesuai rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, kesempatan meraih sebanyak kebaikan, dan perlindungan dari segala dosa. Janganlah Kau biarkan satu dosa tersisa padaku, tetapi ampunilah. Jangan juga Kau tinggalkanku dalam keadaan bimbang, karenanya bebaskanlah. Jangan pula Kau telantarkanku yang sedang berhajat sesuai ridha-Mu karena itu penuhilah hajatku. Hai Tuhan yang maha pengasih," (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 2002 M/1422 H], cetakan pertama, halaman 104).
(Abu Sahma Pane)