nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Mualaf Menemukan Feminisme Sesungguhnya dalam Islam

Mas Haidar, Jurnalis · Selasa 18 Februari 2020 08:25 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 18 614 2170077 kisah-mualaf-menemukan-feminisme-sesungguhnya-dalam-islam-b4k7VbA48M.jpg Ilustrasi. Foto: NPR

KETERTARIKAN pertama wanita asal Selandia Baru ini dengan Islam ketika ia masih mengajar di Victoria, Australia. Waktu ia memberikan tugas kepada muridnya yang berasal dari Somalia dan mendapat jawaban yang berada di luar paradigma orang biasa.

Setelah kejadian itu ia memutuskan untuk pergi ke Jepang dan di sana ia berinteraksi dengan banyak pelajar yang beragama Islam. Beberapa waktu kemudian ia rajin mengujungi pusat pembelajaran Islam dan mulai membaca buku-buku Islam.

Melansir dari Aboutislam pada Selasa (18/2/2020), awalnya ia tidak tahu apa-apa tentang Islam, lalu lama kelamaan setelah banyak membaca buku tentang Islam, ia merenung dan pada akhirnya ia memutuskan untuk memeluk agama Islam.

Wanita yang tidak menyebutkan namanya ini mengatakan bahwa ia adalah seorang feminis sebelum memeluk agama Islam. Setelah mengubah keyakinannya dan menjadi Islam, ia berfikir bahwa seluruh paradigma feminisme terlalu membatasi bagi wanita.

Menurutnya posisi perempuan dalam Islam jauh lebih baik daripada feminisme yang sepenuhnya terikat oleh logika modernis. Artinya di dunia Islam ia menemukan feminisme sesungguhnya, yang lebih baik dibanding presfektik modern.

Hubungan antara perempuan dalam Islam sangat hangat dan mendukung, dalam beberapa hal mungkin konservatif, tetapi ia merasa bahwa wanita dalam Islam saling menjaga dan mendukung satu sama lain dengan sangat baik.

Sebelum menjadi seorang Muslim, ia beranggapan tidak perlu menikah dan memiliki anak karena ia bisa melakukan segala sesuatunya sendiri.

“Tidak masalah bagi saya apakah saya menikah atau tidak, dan tidak masalah bagi saya apakah saya punya anak atau tidak,” pikirnya sebelum memeluk Islam.

Ketika sudah memeluk Islam akhirnya ia menyadari, ia tidak bisa hidup sendiri di dunia ini, oleh karena itu ia berfikir menikah adalah suatu hal yang harus dilakukan agar hidup menjadi sempurna.

Awalnya ia tidak membayangkan bahwa bisa memiliki hubungan percintaan yang begitu baik dengan orang lain. Pada akhirnya ia menemukan pelabuhan cintanya dan menikahi lelaki yang bukan dari Selandia Baru.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini