Khalifah lalu menggores tulang tersebut dengan huruf alif yang lurus dari atas ke bawah menggunakan ujung pedangnya. Tulang itu diserahkannya kembali kepada si Yahudi.
“Bawalah tulang ini ke Mesir dan berikan kepada gubernurmu,” kata Khalifah Umar.
Dengan perasaan bingung si Yahudi kembali ke Mesir, dan sesampainya di sana ia menyerahkan tulang busuk itu kepada gubernur Amr bin Ash sebagaimana yang diperintahkan sang khalifah.
Menerima tulang tersebut, Gubernur Amr bin Ash langsung menggigil. Saat itu juga, ia memerintah para pegawainya untuk menghentikan pembangunan masjid dan mengembalikan gubuk reyot si Yahudi tua itu.
Yahudi itu merasa keheranan, dan ia pun menanyakan kepada sang gubernur tentang apa yang sebetulnya terjadi.
Gubernur Amr bin Ash memegang pundak orang Yahudi itu, “Wahai kakek, tulang ini merupakan peringatan keras terhadapku dan tulang ini merupakan ancaman dari Khalifah Umar bin Khattab.”
Si Yahudi lalu tertunduk haru. Ia begitu terkesan dengan nilai keadilan di dalam agama Islam. Ia pun akhirnya memeluk Islam dan mengucapkan dua kalimat syahadat dan mengikhlaskan lahan bekas gubuk reyotnya untuk didirikan masjid.