Kisah Umar bin al Khathab Menolak Daging Unta yang Paling Enak

Suherni, Jurnalis · Kamis 20 Februari 2020 09:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 20 614 2171267 kisah-umar-bin-al-khathab-menolak-daging-unta-yang-paling-enak-vFzkDnaoIW.jpg Ilustrasi. Foto: Pexels

UMAR bin al-Khathab dikenal sebagai pemimpin yang sayang pada umatnya. Sahabat Rasulullah itu tak senang jika ada rakyatnya yang kesusahan. 

Contohnya, pada suatu hari Umar bin al-Khathab menyuruh seseorang menyembelıh seekor unta agar dagingnya bisa dibagi-bagikan kepada penduduk Madinah.

Kemudian orang-orang memisahkan bagian yang paling enak dari hewan sembelihan itu untuk diberikan kepada Umar. Ketika disajikan, Umar mendapati punuk dan hati unta di hadapannya. Umar pun bertanya: "Dari mana ini?" Seseorang menjawab: "Dari unta yang disembelih hari ini.''

Umar lantas berkata sambil menyingkirkan makanan itu: “Bagus, bagus! Akulah penguasa terburuk jika aku menyantap daging yang enak ini, sedangkan orang banyak tulangnya.''

Maka Umar memanggil pelayannya yang bernama Aslam seraya berseru: "Angkat nampan (berisi punuk dan hati unta) itu, lalu berikan aku roti kering dan minyak samin!''

Al-Ustadz Khalid Muhammad Khalid dalam kitabnya, Khulafa-ur Rasul, berkomentar tentang sikap Umar bin al-Khathab dalam kisah di atas: "Sosok bakim (pemimpin umat) seperti ini tidak akan kita temukan berada di posisi terdepan suatu rombongan, tidak pula di muka iring-iringannya, kecuali jika terdapat bahaya yang mengancam mereka.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Ketika tidak ada bahaya yang mengancam, dia akan selalu berada di situ, yaitu di tempat duduknya yang paling belakang dan di barisan yang paling akhir. Tidaklah posisi demikian diambilnya melainkan untuk menjaga rombongan tersebut dan demi memastikan bahwa jika terdapat banyak kenikmatan yang diperoleh, dia tidak akan menerimanya sebelum nikmat-nikmat itu dirasakan semua peserta rombongan secara merata."

Demikian dikutip dari Buku 10 Sahabat Nabi Dijamin Surga halaman 139-141 karya Muhammad Ahmad Isa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya