SALAH satu yang sangat dibenci Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah melakukan zina. Karena perbuatan tersebut dapat mencelakakan seseorang baik di dunia maupun di akhirat, apalagi jika orang itu terus menerus berbuat zina dan tidak tobat.
Kemudian terdapat zina terberat dan harus dihindari oleh manusia, seperti dikutip dari buku Fiqih Cinta oleh Abdul Aziz Ahmad menyebutkan, berkata Abu Nu’aim Fadhl bin Dukain: “Bercerita kepada kami Abd a.s.-Salam bin Syaddad dari Ghazwan bin jarir dari ayahnya, bahwa mereka sedang dialog dengan Ali bin Abi Thalib RA. mengenai perbuatan tidak senonoh.
Ia berkata kepada mereka: “Tahukah kalian, zina jenis apa yang paling berat?” Mereka menjawab: “Hai Amirul Mukminin, semuanya berat dosanya”. Ia berkata: “Aku akan memberitahu kalian mengenai zina yang paling berat di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala", yaitu seorang pria yang berzina dengan istri seorang pria muslim. Hingga ia juga menjadi seorang pezina. Artinya, ia telah memasak rumah tangga pria itu dengan istrinya. Di hari kiamat nanti ada orang-orang yang dikirim kepada mereka bau busuk yang sangat menyengat. Hingga mengganggu setiap orang, yang baik maupun yang durjana.
Bau itu datang dari segenap penjuru, hingga seluruh makhluk harus menahan nafas mereka. Kemudian, ada seruan yang memanggil mereka dan berkata: “Apa kalian tahu, bau apa yang mengganggu kalian ini?" Mereka menjawab: “Demi Allah, kami tidak tahu yang kami tahu bau yang luar biasa ini menyengat kami dari segala penjuru”. Lalu suara itu berkata: “Ketahuilah, itu adalah bau kemaluan (vagina) para wanita pezina, yang bertemu Allah Subhanahu wa Ta'ala " dengan dosa zina mereka. Mereka belum bertobat dari perbuatan itu (hingga meninggal).
Kemudian bau itu dihilangkan dari mereka. Namun belum disebutkan ketika itu, surga atau nerakanya”. Diriwayatkan oleh Khara’ithi. Diriwayatkan oleh khara'ithi.
Di dalam sahih Bukhari dan Muslim, dari hadis Abu Wa’il dari Abdullah bin Mas’ud r.a, ia berkata: “Aku bertanya: “Wahai Rasulullah, dosa apa yang paling berat di sisi Allah Ta’ala?” Beliau menjawab: “Kamu menjadikan tandingan bagi Allah Ta’ala. Padahal Dia (Allah) yang menciptakanmu”. Aku bertanya lagi: “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab: “Membunuh anakmu karena takut ia makan bersamamu”.
Aku bertanya lagi: “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab: “Berzina dengan istri tetanggamu”. Lalu Allah Ta’ala menurunkan ayat Alquran al-Karim untuk membenarkan ucapan Rasulullah: Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina. Barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya Dia mendapat (pembalasan) dosa-(nya) (QS Al-Furqan:68).
Selanjutnya, berkata Qutaibah bin Said: “Bercerita kepada kami Lahi’ah dari ibn An’am dari seorang pria dari Abdullah bin Amr R.A., ia berkata:
“Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Pria yang berzina dengan istri tetangganya, Allah tidak akan melihatnya di Hari Kiamat, dan tidak akan membersihkannya dari dosa. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:“Masuklah ke dalam neraka bersama para penghuninya yang lain”. Diriwayatkan oleh Khara’ithi, hadist lemah (dhaif). Dikisahkan oleh Sufyan bin Uyainah dari jami’ bin Syaddad, dari Abu Wa’il dari Abdullah, ia berkata: “Jika timbangan dicurangi, maka hujan akan ditahan. jika zina muncul (terang-terangan) akan tersebar wabah penyakit. jika banyak dusta, akan banyak bencana pembunuhan.”
Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani), Ustadz Ainul Yaqin menuturkan, Allah sudah memperingatkan dengan keras agar umat Islam tidak mendekati atau sekadar mencoba zina.
“Apalagi nekat melakukan zina. Sebab zina identik dengan kerusakan yang terang benderang,” ujarnya saat dihubungi Okezone, beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut, kata dia, pertama zina berpotensi mencabut keimanan seseorang di dalam hatinya. Sedangkan keimanan adalah hal paling berharga dan penting dalam hidup manusia, khususnya umat Islam. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا زَنَى الرَّجُلُ خَرَجَ مِنْهُ الإِيمَانُ كَانَ عَلَيْهِ كَالظُّلَّةِ فَإِذَا انْقَطَعَ رَجَعَ إِلَيْهِ الإِيمَانُ
Artinya: “Jika seorang laki-laki berzina maka iman yang ada pada dirinya keluar darinya seperti bayangan, jika dia berhenti maka iman kembali kepadanya” (HR. Abu Dawud, No. 4692).
Kedua, Allah tidak akan berbicara dengannnya (red. Penzina) dan tidak melihatnya pada Hari Kiamat dan tidak akan mensucikannya, juga baginya siksa yang pedih. (HR. Muslim)
Ketiga, mereka para penzina adalah kelompok orang yang merugi. Rugi di dunia dan akhirat (azab Allah menanti). Allah berfirman:
وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَا
Artinya: “Dan orang-orang yang tidak menyembah ialah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina. Barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina”. (QS. Al-Furqan: 68-69).
(Fahmi Firdaus )