Jumlah muslim mulai berkembang di Amerika Serikat. Hal ini terlihat dengan banyaknya orang yang jadi mualaf.
Namun, sebagai agama minoritas di AS, masyarakat muslim Amerika tak lepas dari bullying terutama terhadap anak-anak di sekolah.

Dewan Hubungan Islam Amerika di Dallas Fort-Worth (CAIR-DFW), baru-baru ini melakukan survei terhadap 321 pelajar yang tinggal di Dallas Fort-Worth Metroplex, Texas, AS. Rata-rata pelajar ini berusia 11-18 tahun.
Seperti dilansir dari Cair.com pada Kamis (27/2/2020), hasil survei menunjukkan bahwa sebanyak 48% responden mengatakan kalau mereka telah mengalami beberapa kali intimidasi.
“Siswa Muslim Amerika, sama seperti siswa lainnya, harus diberi kesempatan yang sama untuk berkembang di lingkungan belajar mereka. Intimidasi dapat merusak mental siswa. Survei ini adalah langkah pertama untuk mengumpulkan data untuk jadi perhatian para orangtua, pendidik, dan tokoh masyarakat untuk mengatasi masalah ini," terang Direktur Eksekutif CAIR-DFW Faizan Syed.
Adapun kasus umum yang dialami para siswa muslim Amerika yakni merasa tidak dihormati di sekolah, tidak nyaman dalam berdiskusi, hingga mendapatkan pernyataan ofensif baik dari sesama siswa maupun guru.