Menunda-nunda Pembayaran Utang Padahal Mampu, Bagaimana Hukumnya?

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Kamis 12 Maret 2020 13:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 12 330 2182198 menunda-nunda-pembayaran-utang-padahal-mampu-bagaimana-hukumnya-5fDiJVBufT.jpg Ilustrasi. Foto: Arief Julianto/Okezone

PRAKTIK utang piutang lumrah terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan ini adalah hal yang diperbolehkan dalam Islam. Hanya saja yang berutang harus melunasinya sesuai kesepakatan.

Lalu bagaimana hukumnya jika menunda-nunda membayar utang padahal mampu melunasinya? Ketua Divisi Fatwa dan Pengembangan Tuntunan Muhammadiyah Fuad Zein memaparkan menunda membayar utang padahal mampu, itu termasuk hal yang zalim.

مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ

“Menunda-nunda membayar utang bagi orang yang mampu (membayar) adalah kezaliman,” (HR. Bukhari).

Fuad menegaskan mengembalikan hutang itu hukumnya wajib, sehingga orang yang berhutang itu Wajib ‘Ain membayar utangnya. Bilapun orang yang menghutangi tidak menagihnya, namun orang yang berhutang wajib membayarnya, itulah salah satu alasan mengapa perlu menulis hal-hal terkait utang-piutang.

فَإِنَّ مِنْ خِيَارِ النَّاسِ أَحْسَنَهُمْ قَضَاءً

“Sesungguhnya sebagian dari orang yang paling baik adalah orang yang paling baik dalam membayar (utang),” (HR. Bukhari). Demikian dikutip dari laman Suara Muhammadiyah pada Kamis (13/3/2020).

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini