Namun sayangnya kota yang indah itu dihancurkan pada tahun 1010 Masehi selama perang saudara.
"Akibat perang saudara yang dahsyat itu, semuanya runtuh. Kami menemukan dalam keadaan terkubur sisa-sisa ubin, kayu, paku, balok, engsel, dan ornamen,” kata Canto.
(Dyah Ratna Meta Novia)