Bahas Virus Corona, Ini 13 Rekomendasi Muhammadiyah Amerika untuk Indonesia

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Rabu 18 Maret 2020 10:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 18 614 2185104 bahas-virus-corona-ini-13-rekomendasi-muhammadiyah-amerika-untuk-indonesia-yTHAFEXjjb.jpg Foto: Muhammadiyah

PENGURUS Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Amerika Serikat menggelar pertemuan yang khusus membahas pandemik virus corona (COVID-19). Dalam pertemuan yang digelar secara online tersebut dipaparkan, di Amerika Serikat sudah ada 4.464 orang yang dinyatakan positif terinfeksi dan 78 korban meninggal.

Selain itu Muhammadiyah juga menyoroti situasi penanganan virus corona di Indonesia. Pembahasan tersebut menghasilkan 13 rekomendasi untuk masyarakat dan Pemerintah Indonesia. Rekomendasi itu yakni:

1. Mendorong masyarakat Indonesia untuk melakukan karantina diri (self-quarantine) dan mengurangi secara signifikan aktivitas di luar rumah.

2. Jika karena ada kebutuhan mendesak untuk keluar rumah, hendaknya dilakukan social distancing (menjaga jarak) satu sama lain.

3. Aktivitas perekonomian terutama yang berkaitan dengan suplai makanan pokok masih harus terus berjalan, tetapi dengan memperhatikan aspek social distancing, higienitas, dan kesehatan para pekerja. Pekerja yang tidak enak badan diwajibkan istirahat dan karantina di rumah.

4. Para penderita penyakit kronis dimudahkan untuk mendapatkan dan membeli obat sesuai resep dokter untuk 3 bulan ke depan. BPJS, dokter, Puskesmas, dan apotek diharapkan siap memberi pelayanan untuk mendukung hal ini.

4. Masyarakat juga perlu menyiapkan obat-obatan yang penting: obat batuk, obat turun panas, dan vitamin c di rumah masing-masing untuk jangka waktu tiga bulan ke depan.

5. Masyarakat hendaknya menyimpan stok makanan di rumah dalam jumlah yang wajar dan tetap memperhatikan kebutuhan orang lain. Jangan sampai terjadi monopoli yang mengakibatkan orang lain tidak dapat memperoleh kebutuhan pokoknya.

6. Pencegahan penularan virus dan resiliensi terhadap situasi darurat pandemic Covid-19 ini dapat dilakukan dengan berbasis komunitas (community-based prevention) yaitu dengan memanfaatkan struktur sosial masyarakat Indonesia yang sudah ada. Bangsa Indonesia memiliki budaya komunal, tradisi gotong royong dan tolong menolong antara sesama yang dapat diperankan untuk menghadapi pandemi ini.

7. Di antara yang dapat dilakukan misalnya ketua RT atau ketua komunitas dapat membentuk satuan relawan yang terdiri dari kaum muda yang ditugasi untuk membantu kelompok rentan (memiliki imunitas rendah) untuk mendapatkan suplai kebutuhan pokok. Kelompok rentan ini hendaknya secara total berhenti beraktivitas di luar rumah.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

8. Pada level pemerintah, pengurus PCIM Amerika Serikat juga memandang bahwa pemerintah Indonesia harus memprioritaskan kesehatan masyarakat di atas pertimbangan ekonomi.

9. Walaupun demikian, pemerintah perlu membuat kebijakan untuk menopang ekonomi masyarakat, terutama dari kalangan warga tidak mampu, yang paling terdampak akibat pandemik COVID-19 ini.

10. Yang dapat dilakukan pemerintah misalnya adalah memberikan bantuan tunai kepada masyarakat miskin untuk pembiayaan sembako dan hal mendasar lain seperti uang sewa rumah. Bank-bank juga bisa dihimbau untuk minimal menghentikan sementara bunga KPR. Termasuk juga menangguhkan cicilan KPR, Kartu Kredit, dan hutang lainnya untuk 3 bulan ke depan, terutama jika pekerjaan dan penghasilan nasabah yang bersangkutan terimbas oleh situasi darurat pandemic Covid-19.

11. Pemerintah juga perlu menyiapkan sistem informasi daring terpadu (website) terkait dengan virus korona ini. Website ini misalnya memuat informasi tentang peta penyebaran virus, dimana tempat berobat terdekat, dan lain-lain. Mengingat masyarakat termiskin dan paling rentan umumnya memiliki akses internet terbatas, pemerintah lokal (kecamatan/kota/kabupaten) di mana sudah terjadi wabah Covid-19 diharapan memberikan update dan himbauan yang jelas melalui SMS dan juga aparat pemerintah tingkat desa.

12. Penyedia jasa internet diharapkan bisa memberi potongan harga untuk mendukung akvititas belajar mengajar dan bekerja online dari rumah.

13. Wabah Covid-19 ini merupakan krisis skala global yang memerlukan perspektif dan dukungan berbagai lapisan pemerintah dan masyarakat dari tingkat lokal dan global.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya