Kisah Sedih Ulama yang Terkena Wabah Usai Menuliskan Kitab soal Thaun

Senin 30 Maret 2020 01:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 29 614 2190903 kisah-sedih-ulama-yang-terkena-wabah-usai-menuliskan-kitab-soal-thaun-JFGI49HK1K.jpg Saat terjadi wabah (Foto: Yaqeen Institute)

Pemandangan memilukan ini membuat Ibnu al-Wardi geram. Ia geram karena dimana mana orang berbicara ketakutan, penyakit, kesedihan, dan keputusasaan. Akhirnya Ibnu al-Wardi menantang Tha’un dalam dua baitnya:

Aku tidak takut padamu, thaun (wabah),

Tidak seperti selainku

Bagiku, hasilnya adalah dua kebaikan

Jika aku mati, aku beristirahat dari musuhku (wabah)

Jika aku hidup, berarti telinga dan mataku sudah sembuh (hilangnya wabah)

Belum genap dua hari, wabah tersebut menjangkiti dirinya. Belum genap hitungan 48 jam pula, wabah itu sudah merenggut nyawanya. Ibnu al-Wardi meninggal pada tahun 749 H. Tahun yang sama saat ia tiba tiba memasukkan pembahasan wabah dalam kitab târikh-nya.

"Pada bulan Rajab, wabah sampai ke tanah Aleppo, Syria. Semoga Allah menjaga kita dari wabah tersebut. Wabah ini, menurut berita yang sampai padaku, telah menjangkit selama 15 tahun. Dan aku membuat risalah kecil untuk mendokumentasikannya, bertajuk al-Nabâ' an al-Wabâ."

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini