Ia juga meminta semua pihak berkorban dengan menunjukkan keluhuran sikap kemanusiaan dan kebersamaan. Warga yang menolak agar diberi pemahaman, karena menurut Haedar mereka mungkin terlalu panik dan belum mengerti.
Haedar juga menekankan perlunya peran tokoh dan pemuka agama untuk memberikan pemahaman kepada warga bahwa tidak sepatutnya jenazah korban COVID-19 ditolak. Kata dia yang mesti dilakukan warga adalah menunjukkan jiwa sosial, gotongroyong, dan relijius terhadap sesama.
"Sikap berlebihan justru tidak menunjukkan keluhuran budi dan solidaritas sosial yang selama ini jadi kebanggaan bangsa Indonesia," pungkas Haedar.
(Abu Sahma Pane)