Sahabat Nabi Juga Meninggal karena Wabah, Penyakit COVID-19 Bukan Aib

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Kamis 09 April 2020 08:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 09 614 2196440 sahabat-nabi-juga-meninggal-karena-wabah-penyakit-covid-19-bukan-aib-aDfOmAkU4d.jpg Ilustrasi. Foto: Shutterstock

PENOLAKAN terhadap jenazah korban virus corona (COVID-19) terjadi di berbagai daerah, contohnya di Sawangan-Depok dan Kota Sorong-Papua Barat. Penolakan dilakukan oleh oknum warga sekitar TPU setempat.

Menyikapi hal tersebut Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Jawa Timur, Firman Syah Ali (Cak Firman) mengatakan bahwa itu tidak seharunya terjadi, sebab penyakit COVID-19 bukan aib.

"Dengan pemahaman bersama bahwa penyakit COVID-19 bukan aib, maka kita tidak akan malu untuk segera lapor ke petugas berwenang jika diri kita atau keluarga kita merasakan gejala penyakit COVID-19. Kita juga tidak akan mudah menolak lokasi penanganan dan pemakaman pasien COVID-19" ujarnya lewat keterangan tertulis yang diterima Okezone, Kamis (9/4/2020).

Cak Firman menerangkan bahwa pada masa nabi sudah banyak terjadi wabah penyakit, bahkan para sahabat Rasulullah SAW jadi korbannya. Kata dia, mereka yang meninggal karena terkena wabah maka dinilai sebagai mati syahid.

"Sebagaimana wabah-wabah sebelumnya yang memakan korban jiwa sahabat Rasulullah SAW serta beberapa ulama besar, COVID-19 ini bukan aib, bukan penyakit kutukan. Siapapun bisa tertular oleh wabah penyakit menular ini. Bahkan ada sebuah hadits nabi yang menegaskan bahwa orang yang meninggal dunia karena wabah penyakit menular dijamin berstatus mati syahid" ucap Cak Firman.

Ia juga mengkritisi jika masih ada orang yang berkerumun, baik kerumunan saat melaksanakaan tabligh akbar maupun yang lainnya. Sebab penularan COVID-19 sangat cepat pada orang-orang yang berkumpul.

"Wabah penyakit dari masa ke masa memiliki karakter yang sama, yaitu menyerang kerumunan tanpa pandang bulu, tidak peduli apapun agamanya, tidak peduli ahli ibadah atau ahli maksiat, tidak peduli sahabat Nabi, semua diserang oleh wabah" tutur Cak Firman.

"Lha wong Rasulullah SAW saja menghindarkan diri dari risiko tertular wabah penyakit, apalagi hanya jamaah tabligh? Wong sahabat Nabi dan beberapa ulama besar juga meninggal dunia karena wabah penyakit menular.... Maka marilah semua pihak ikuti perintah dan larangan yang dikeluarkan oleh ulil amri," ucapnya.

Sebelumnya dipaparkan Sayidatul Afifah Rusda, Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang, sebagaimana dikutip dari laman Tebuireng, sahabat yang meninggal karena wabah adalah Abu Ubaidah dan Muadz Bin Jabbal. Dua-duanya merupakan gubernur Kota Syam yang kala itu wilayahnya terkena wabah penyakit thaun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini